Responsive Advertisement


Sanksi Hukum Menabrak Anak Menyeberang Jalan

Sanksi Hukum Menabrak Anak Menyeberang Jalan
net/ilustrasi
palu hakim 
Sanksi Hukum Menabrak Anak Menyeberang Jalan
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - KEPADA Yth Pengamat Hukum. Saya mau tanya bagaimana bentuk pertanggungjawaban hukum menabrak anak yang lepas pengawasan orangtua ketika menyeberang jalan.
Misal saat akan menyeberang si orangtua tidak memperhatikan sang anak dan malah asyik memperhatikan handphone-nya sehingga si anak mengalami lakalantas. Mohon penjelasannya, terimakasih.
Pengirim: 081269637xxx
Sesuai UU Pengendara Dianggap Lalai
Seorang pengendara kendaraan bermotor harus berhati-hati dalam mengendarai kendaraan di jalan raya, karena tanggung jawabnya cukup besar dalam menjaga keselamatan hidup, bukan hanya keselamatan dirinya saja tetapi keselamatan pengguna jalan lainnya.
Mengingat tanggung jawab secara hukum seorang pengendara di jalan raya cukup berat, maka pengendara harus memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada, termasuk di dalamnya traffic light (lampu lalu lintas) maupun jalur penyeberangan dan tanda-tanda lalu lintas lainnya.
Pengendara yang menabrak seorang anak karena lepas dari pengawasan orang tuanya saat menyeberang dijalan raya tetap dianggap sebagai bentuk kelalaian dari pengendara dan pengendara harus tetap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Karena meskipun ada unsur kelalaian terkait pengawasan orangtua si anak, bukan berarti kelalalaian orangtua dari anak yang jadi korban lakalantas menjadi alasan pemaaf dan pembenar terjadinya peristiwa tersebut. Karena perilaku pengendara telah mengancam keselamatan jiwa seseorang.
Bagi pengendara yang karena kelalaiannya dan kesengajaan menyebabkan kecelakaan lalu lintas, maka berlaku Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Ini diatur di dalam Pasal 310 Ayat (1) sampai dengan Ayat (4) dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 12.000.000 (dua belas juta rupiah) dan Pasal 311 Ayat (1) sampai dengan Ayat (5) apabila terdapat unsur kesengajaan dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara dan denda maksimal Rp 24.000.000 (dua puluh empat juta rupiah).
Gindha Ansori Wayka SH MH
Pengamat Hukum di Bandar Lampung
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni

Berita Terkait :#Public Service

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement