Responsive Advertisement

Marak Penambang Pasir Ilegal Way Sekampung Aparat Penegak Hukum Diduga “Cuek”

Spread the love
  • Simpan
Sharing is caring!
Pringsewu (SL)-Marak Penambangan Pasir ilegl diareal Way Sekampung, dan kawasan register, hingga meresahkan warga, Namun para penambang liar bahkan menggunakan alat berat itu bak tak tersentuh hukum. Meski banyak disoroti berbagai kalangan, tapi penambang seperti kebal hukum. Aparat hukumpun seperti tak bernyali mengambil tindakan.
“Para penambang pasir, hingga melibatkan toke dan perusahaan lokal itu bebas beraktivitas mengangkut berpuluhan truk bertonase 10 hingga 12 ton setiap hari dari aliran sungai Way Sekampung,” Ketua presidium KPKAD Lampung, Selasa (26/3/19).
Seharusnya aparat penegak hukum menghentikan kalau perlu di proses sesuai hukum, karena sudah jelas para penambang tak mengantongi izin, merusak ekosistem, bahkan jalan jalan kabupaten pada rusak, “Hal ini semestinya sudah diamankan guna memberi efek jera terhadap para pelaku penambang ilegal tersebut,” katanya
Ansyori mengingatkan bahwa penegak hukum harus tegas atas perusahaan ini karena diduga izin perusahaan belum dipenuhi dan dampaknya penambangan ini diduga telah menimbulkan kerusakan pada ekosistem lingkungan hidup. “Aparat Penegak hukum harus pro aktif karena tidak mesti menunggu adanya laporan resmi terlebih dahulu, karena bukan termasuk dalam delik aduan,” katanya.
Jangan sampai ada kesan bahwa aparat melakukan pembiaran atas dugaan penambangan liar ini, karena aparat penegak hukum dapat saja dicurigai sebagai bagian dari peristiwa hukum ini, “Untuk menampik kecurigaan masyarakat, maka penegak hukum harus segara melakukan langkah-langkah konkrit atas peristiwa ini,” kata Ansyori Wayka
Informasi yang dihimpun sinarlampung.com, marak penambang ilegal mengmabil pasir di areal Kawasan Register, hingga aliran sungai Way Sekampung. Salah satu penambangan pasir terampang merk CV Berkah Kita Maju Bersama. Petugas disana mengaku mereka “boneka” dua perusahaan BUMN, PT PP dan PT Waskita. Ketiganya kongkalikong untuk memperoleh pasir murah untuk Bendungan Way Sekampung, Pringsewu.
Penambangan liar di Way Sekampung berdampak buruk terhadap lingkungan sekitarnya dalam setahun terakhir. Setiap hujan sungai meluap. Bahkan bendungan Way Gatel, yang baru dibangun setahun dengan biaya Rp8,8 miliar dengan kualitas buruk itupun  jebol bulan Februari 2018 yang lalu.
M Fadholi, Kepala Dinas PM- PTSP Pringsewu, melalui via telpon mengatakan pihaknya tidak merasa pernah mengeluarkan izin kepada siapa pun di sana. Apalagi pengawasan aliran Sungai Way Sekampung berada pada Kementerian PU atau lewat Balai besar Sungai Way Sekampung Provinsi Lampung. “Perlu di ketahui Kepala Daerah saja tak berani menggunakan aliran Way Sekampung tanpa seizin kementrian PU dan Balai Besar,” tegasnya. (Wagiman)
 62 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement