Responsive Advertisement

Dari Wiyadi Hingga Yuhadi, 7 Ketua Partai Siap Berburu Kursi DPRD Kota

Dari Wiyadi Hingga Yuhadi, 7 Ketua Partai Siap Berburu Kursi DPRD Kota
net
Ilustrasi - Kursi Jabatan 
Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Pertarungan kursi legislatif tingkat Kota Bandar Lampung tahun 2019 tak kalah seru dengan perebutan kursi legislatif tingkat provinsi dan DPR RI.
Selain mayoritas petahana yang kembali maju, terdapat juga nama-nama caleg baru dari mantan pejabat, anak mantan pejabat, sampai anggota DPRD kota periode sebelumnya.
Mereka akan memperebutkan 50 kursi di enam daerah pemiihan (dapil) Kota Bandar Lampung. Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung mencatat, bakal calon anggota legislatif (bacaleg) tingkat Kota Bandar Lampung mencapai 688 orang. Mereka terdiri, 418 caleg pria, dan sisanya 270 orang caleg perempuan.
Perebutan kursi DPRD di enam daerah pemilihan Kota Bandar Lampung hampir sama beratnya. Pasalnya setiap partai, khususnya partai besar incumbent, menempatkan pengurus dan tokoh terkenal pada setiap dapil.
Misalnya, dapil Bandar Lampung 1 yang terdiri dari empat kecamatan, Telukbetung Utara, Telukbetung Selatan, Telukbetung Barat, Telukbetung Timur terdapat dua ketua partai tingkat Kota Bandar Lampung. Mereka yakni Wahyu Lesmono, Ketua DPD PAN dan Naldi Rinara S Rizal, Ketua DPC Nasdem Kota Bandar Lampung.
Kedua petahana tersebut akan bertarung dengan petahana lainnya seperti Fandy Tjandra dari PDIP, Grafieldi Mamesah dari PKS, Agusman Arief dari Demokrat, Imam Santoso dari Gerindra, dan Yusuf Erdiansyah Putra dari Hanura, Erika Novelia Sani Nasdem, dan Abdul Malik PAN.
Sedangkan pendatang baru di dapil 1 diantaranya ada Aksa Djamili, mantan Kepala Kesbangpol dan Kepala Dinas Perikanan Kota Bandar Lampung yang maju dari PDIP, Gindha Ansori Wayka pengacara sekaligus dosen yang maju dari partai Golkar, serta Hendarsyah Damiri, mantan Kabag Humas Pemrov maju dari PAN. Kemudian, Benny Halomoan Nauly Mansyur, mantan anggota DPRD periode 2009-2014.
Wahyu Lesmono mengakui, semua dapil persaingan untuk merebutkan kursi DPRD Kota cukup ketat. Sebab semua partai menempatkan orang-orang yang berpengalaman, baik tokoh terkenal maupun caleg petahana di tiap dapilnya.
"Kita siap berjibaku di semua dapil, bahkan di dapil satu ini kami pasang target tiga kursi. Kalau pileg lalu kan dua kursi. Di dapil ini kan ada dua ketua partai, saya dan Naldi dari Nasdem, dan kita juga ada mantan pejabat di dapil 1 yakni pak Hendarsyah Damiri," ujarnya, Minggu (22/7).
Siap Tarung
Sementara Aksa Djamili mengatakan, siap bertarung memperebutkan kursi DPRD Kota di dapil 1, karena dorongan para nelayan yang tergabung dalam kelompok usaha bersama nelayan.
"Saya terakhir jabat mantan kadis perikanan kota. Saya melihat masyarakat bahari itu perlu diperjuangkan. Karena banyak program nelayan belum maksimal. InsyaAllah jika terpilih saya fokus di bidang bahari ini. Karena di sana itu ada 150 kelompok usaha bersama nelayan," jelasnya.
Bendahara DPC Gerindra Kota Imam Santoso mengatakan, caleg DPRD Kota dari partai Gerindra mayoritas berusia muda, dan tidak mengandalkan ketokohan. Namun ia tidak menampik ada beberapa caleg Gerindra Kota yang merupakan putra mantan pejabat di Lampung. Mulai dari putra mantan Sekda Provinsi Lampung Rahmat Abdullah dan putra mantan Bupati Lampung Utara Hairi Fasya
"Semua caleg Gerindra di semua dapil punya peluang sama. Tergantung upaya dan kerja mereka. Kami lebih mengutamakan kerja keras dan cerdas. Tidak ada yang tokoh, tapi ada beberapa anak mantan pejabat. Misalnya anak mantan sekda Lampung Rahmat Abdullah di dapil 1 dan anak mantan Bupati Lampung Utara Hairi Fasyah di dapil 5," kata Imam Santoso yang juga ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota ini.
Mantan Anggota DPRDSelain mantan pejabat dan caleg petahana, perebutan kursi di DPRD Kota juga diramaikan mantan anggota DPRD periode sebelumnya. Ini seperti Syarifah, Gafriyanto, dan Zulkismir dari Demokrat. Ada juga Benson Wertha dan Benny Halomoan Nauly Mansyur dari Golkar, serta Endang Asnawi dari PDIP.
Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Ali Wardana mengakui beberapa mantan anggota DPRD Kota dari Golkar dan tokoh sayap partai Golkar maju di DPRD Kota. Mereka diantaranya, Benny Halomoan, dan Sabnu Ali, mantan ketua Karang Taruna di dapil 1, dan Benson Wertha di dapil 6.
"Mayoritas caleg Golkar, kader atau dari organisasi sayap golkar. Tidak ada caleg luar partai. Dan dari lima anggota DPRD Kota, empat maju kembali. Hanya satu tidak maju yakni Suwondo, karena faktor usia," ungkap Ali yang juga caleg DPRD Kota dapil 3.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Budiman AS mengatakan, caleg-caleg Partai Demokrat selain memasang caleg incumbent juga menempatkan pendatang baru notabane kader partai.
"Untuk kota ini kita ada caleg petahana juga pendatang baru, termasuk juga ada mantan anggota DPRD periode sebelumnya, seperti Zulkismir, Gafriyanto, dan Syarifah," kata Budiman yang mengaku tidak maju di DPRD Kota tapi maju di DPRD Provinsi untuk dapil Bandar Lampung.
Sama Berat
Sementara Ketua DPRD Wiyadi yang sudah dua periode duduk sebagai wakil rakyat dari PDIP, kembali maju di DPRD Kota. Wiyadi berada di dapil enam.
Di dapil 6 ini tidak kalah berat dibanding dapil 1. PDIP pada pemilu sebelumnya didapil 6 meraih dua kursi, kini menempatkan dua petahananya, Wiyadi dan Nu'man Abdi. Petahana lain yang bertarung di dapil enam ada Heriyadi Fayacoen dari PAN, Nani Mayasari dari Nasdem, Suratmin dari Golkar.
Sedangkan PKS di dapil ini memasang Agus Djumadi, sekretaris PKS Kota. Sedangkan Demokrat di dapil ini akan menemaptkan new comer, diantaranya, Guntur Suud dan Yustiana yang merupakan kakak kandung Ernita Siddik.
Selain Wiyadi, Naldi, Wahyu, ketua partai tingkat kota lain yang juga bertarung memperebutkan kursi DPRD ada Ketua DPD PKS Aep Saripudin dan Ketua DPC PPP Busyairi yang sama-sama berada di dapil 3, kemudian Ketua DPD Hanura Kota Harritsah berada di dapil 5, dan ketua DPD II Partai Golkar Yuhadi di dapil 2.
Ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri mengatakan, total seluruh caleg DPRD Kota Bandar Lampung yang mendaftar mencapai 688 orang, terdiri 418 laki-laki dan 270 perempuan. "Diikuti 16 parpol. Tiga parpol yang mendaftar terakhir itu ada PSI, Partai Garuda, dan PKPI," katanya.(rri)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement