Responsive Advertisement

Penegak Hukum Ulur-ulur Pemeriksaan Tersangka

net/ilustrasi
Ilustrasi
Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - YTH Pengamat Hukum. Saya mau tanya bagaimana jika penegak hukum mengulur-ulur waktu pemeriksaan terhadap saksi ataupun tersangka saat penyidikan, hingga menyebabkan waktu seorang saksi atau tersangka terbuang percuma hanya untuk menunggu pemeriksaan dari penyidik. Mohon penjelasannya.
Pengirim: +6281279647xxx
Termasuk Melanggar HAM
Pada dasarnya seorang penegak hukum tidak diperkenankan untuk mengulur-ulur waktu pemeriksaan terhadap saksi ataupun tersangka saat penyidikan.
Itu karena segala sesuatu termasuk waktu pemeriksaan sebelum seorang penegak hukum memanggil seseorang yang berstatus tersangka atau saksi, sudah ditentukan. Akan tetapi fenomena yang Saudara tanyakan ini dalam prakteknya terkadang masih dijumpai dan dilakukan oleh oknum penegak hukum.
Karena hampir menjadi budaya di tengah masyarakat bahwa berkaitan dengan waktu dapat saja berlaku secara tentatif, meskipun sudah ditentukan jadwalnya.
Dalam prakteknya memanggil saksi atau tersangka untuk diperiksa sebenarnya sudah ditentukan waktunya kapan, pukul berapa, bertemu dengan siapa, dan untuk acara pemeriksaan apa. Dalam pemeriksaan itu tersangka atau saksi didengar keterangannya sebagai saksi atau tersangka.
Jadi tidak diperkenankan secara hukum seorang penegak hukum untuk mengulur-ulur waktu pemeriksaan. Jika sudah diperiksa dan statusnya hanya saksi dipersilakan untuk pulang dan keterangan yang diberikan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Sementara apabila yang bersangkutan berstatus tersangka, jika dianggap kooperatif dan tidak memenuhi syarat subjektif dan objektif untuk dilakukan upaya paksa dalam hal ini penahanan, yang bersangkutan juga diperkenankan pulang.
Sebaliknya, apabila setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan memerlukan upaya penahanan, maka yang bersangkutan harus mendekam di tahanan untuk waktu tertentu sebagaimana yang diperintahkan oleh undang-undang.
Menurut hemat kami, mengulur-ulur waktu pemeriksaan dapat dikategorikan pelanggaran hak asasi manusia, karena diduga telah merampas waktu orang lain untuk bekerja atau beraktifitas lainnya.
Mengulur-ulur pemeriksaan akan berdampak pada cepat atau lambatnya proses penyelidikan dan penyidikan, termasuk terhambatnya suatu perkara untuk disidang.
Dapat saja perilaku ini melanggar hak-hak orang lain, terutama hak-hak tersangka seperti yang tertuang di Pasal 50 ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.
Gindha Ansori Wayka SH MH .
Pengamat Hukum di Bandar Lampung


Artikel ini telah tayang di tribunlampung.co.id dengan judul Penegak Hukum Ulur-ulur Pemeriksaan Tersangka, http://lampung.tribunnews.com/2019/02/12/penegak-hukum-ulur-ulur-pemeriksaan-tersangka.
Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement