Responsive Advertisement

KPKAD Lampung Minta KPK Turun Periksa Proyek Bendungan Way Gatel Pringsewu Rp8,8 Miliar Dengan Kualitas Buruk

Spread the love
  • Simpan
Sharing is caring!
Bandar Lampung (SL)-Koordinator Presidium KPKAD Lampung Dan Dosen Pendidikan Budaya Anti Korupsi Poltekkes Tanjung Karang, Gindha Ansori Wayka, meminta Polda Lampung melakukan proses hukum dugaan penyimpangan proyek Jaringan Irigasi Bendungan Way Gatal, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, dengan nilai anggaran Rp8,819 miliar, yang disinyalir sarat penyimpangan dengan kualitas buruh.
“Indikasi sarat korupsi, terbukti anggaran besar, dengan kualitas rendah, dengan buruknya konstruksi bendungan. Sementara menelan anggaraan Rp8.819.914.097 APBD tahun 2018. Ini tentunya sangat memperihatinkan,” kata Gindha Ansori, Selasa, (26/2/2019)
Bendungan yang menelan biaya Rp8,8 miliar jebol
Sementara, kata Ansori pembangunan Jaringan Irigasi Bendungan Way Gatal Kecamatan Gadingrejo mulai kontrak 25 April 2018 dengan nomor kontrak : 027/04/SP/AIR-01/D.03/2018 nilai Fisik Rp8.819.914.097 APBD, dengan Kontraktor Pelaksana PT. Kencana Biru Perkasa dengan Konsultan pelaksana CV. Piramida Engineering Consultant.
Ironisnya lagi, proyek tersebut dalam pengawalan dan pengamanan TP4D Kejaksaan Negeri Pringsewu, yang diduga tidak berjalan, “Saya mendesak kepada Kajati Lampung, Kapolda Lampung, jiak perlu KPK untuk turun langsung ke Kabupaten Pringsewu terkait buruknya pembangunan dan pengawasan dari TP4D yang di percayakan dalam pengawasan selama ini. Idealnya dengan dana yang sudah digelontorkan tersebut konstruksi bendungan harusnya kokoh dan maksimal,” katanya..
Gindha Ansori menambahkan jika kemudian bangunan tidak sesuai dengan spesifikasi sebagaimana yang ada di dalam kontrak maka diduga telah terjadi tindak pidana korupsi. “Karena secara fakta bahwa pembangunan tersebut memiliki kontrak apa saja yang harus dilakukan oleh kontraktor dengan dana 8.8 milyar tersebut. Jika tidak sesuai maka pengerjaan ini akan berdampak pada hasil pekerjaan.Dapat saja pekerjaan menjadi buruk dan rendah kualitas.Tidak mungkin kalau sudah dibuatkan kontraknya dan pekerjaannya sesuai dengan kontrak terus akan menghasilkan konstruksi bangunan yang buruk karena prosesnya telah melalui perhitungan yang matang dalam rencana anggaran biaya (RAB) dan Perencanaan sebelumnya,” katanya.
Sebelumnya hujan Sabtu (16/2/19) hingga malam hari di Kabupaten Pringsewu selain menggenangi Jalinbar dan wilayah perkotaan juga mengakibatkan jebolnya tanggul diatas bendungan Way Gatal Kecamatan Gadingrejo. Bendungan itu belum lama dibangun dengan anggaran Rp8,819 miliar oleh PT Kencana Biru Perkasan. Kuat dugaan kualitasnya buruk, dan peran TP4D dipertanyakan.
Akibatnya banjir banyak areal sawah di dua Pekon di Wilayah Hukum Kecamatan Pringsewu tergenang, dengan variasi genangan antara 15 – 30 cm hingga 1 – 1,5 meter. Kapolsek Pringsewu Polres Tanggamus Kota Kompol Eko Nugroho, SIK mengungkapkan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun areal Pesawahan yang mengalami genangan di Kecamatan Pringsewu akibat curah hujan terjadi di Pekon Sidoharjo RT 06/RW.04 Kecamatan Pringsewu. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ungkap ungkap Kompol Eko Nugroho mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Minggu (17/2/19) siang melalui Whatsapp.
Meluap hingga ke jalan Lanjutnya, sawah yang terendam air di Pekon Sidoharjo sekitar 3 hektar dengan ketinggian sekitar 15 – 30 cm, sehingga apabila mengalami gagal panen maka diperkirakan kerugian sekitar Rp. 130 juta.
Kemudian, di Dusun Danau Pekon Margakaya Kecamatan Pringsewu air masuk ke areal pesawahan yang berada tepat di diatas tanggul Way Gatel yang jebol. Dilokasi itu, sawah yang terendam air sekitar 2 hektar ketinggian air sekitar 1 – 1.5 meter. “Hingga saat ini, air masih mengenang persawahan di Dusun Danau Pekon Margakaya kerugian diperkirakan Rp110 juta,” terangnya.
Dikatakan Kompol Eko Nugroho berdasarkan hasil pemeriksaan jebolnya tanggul yang berada di atas bendungan Way Gatel disebabkan karena tidak mampu menahan kapasitas air yang akan masuk bendungan. “Demikian sementara yang dapat kami informasikan, apabila ada perkembangan akan segera diinformasikan kembali,” pungkasnya.
Terpisah Kepala Pos Polisi Ambarawa Bripka Budi Hartono mengatakan data sementara wilayah Kecamatan Ambarawa banjir terjadi di areal persawahan Pekon Ambarawa dan Ambarawa Timur akibat tanggul yang jebol. “Sawah yang terendam kurang lebih seluas 200 hektar juga terdapat 1 rumah terendam di pekon Ambarawa Timur milik bapak Mat Ropingi Alamat RT 02 RW 03, tidak ada korban jiwa,” kata Bripka Budi Hartono, (Juniardi)
 33 kali dilihat, 33 kali dilihat hari ini

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement