Responsive Advertisement

Gindha Ansori : Tuntutan Jaksa Sangat Rendah terhadap Sekda Nonaktif Tanggamus Mukhlis Basri

Rabu, 22 Maret 2017 - 02:50:31 PM | Rubrik: Hukum


 
INILAMPUNG.Com--Granat Kota Bandar Lampung menilai tuntutan jaksa sangat rendah terhadap Mukhlis Basri. Sekda Tanggamus yang telah dinonaktifkan tersebut dituntut jaksa lima bulan penjara di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Selasa (21/3/17). Sebagai pejabat, kata Ketua Granat Kota Bandar Lampung Gindha Ansori Wayka, seharusnya Mukhlis Basri dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Oleh karena itu, tuntutan seharusnya maksimal. Gindha Ansori Wayka mengatakan tuntutan ada batas minimal dan maksimal. Tetapi, untuk seseorang yang menduduki jabatan struktural tertinggi di pegawai negeri sipil suatu kabupaten, tuntutan rendah patut dipertanyakan, katanya. “Jika biasa-biasa saja hukuman terhadap seseorang yang seharusnya menjadi teladan bagi warganya, sanksi hukum tak membuat efek jera malah sebaliknya dapat timbulkan anggapan hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” kata Gindha Ansori Wayka. Dia berharap meski tuntutan jaksa rendah, hakim berhak atau dapat memvonis tinggi. Dalam Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 103, sanksi minimal rehabilitasi dan maksimal penjara. Mukhlis Basri dan dua rekannya, Doni Lesmana dan Okta Rika, dituntut lima bulan penjara oleh jaksa penuntut umum Adi Wibowo. Menurut Adi, ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut dengan pidana denda Rp10 juta subsidair tiga bulan penjara. Dalam dakwaannya, jaksa menguraikan kronologis peristiwanya. Sabtu (21/1/17), Doni datang ke rumah Mukhlis di Jl. Urip Sumoharjo, Gunungsula. Doni mengajak Mukhlis main ke Hotel Emersia. Sebelum pergi, Mukhlis meminta Okta datang ke Kamar 207 Hotel Emersia. Setelah tiba di kamar hotel, Doni menawarkan Mukhlis dan Okta pil happy five. Keduanya kemudian masing-masing menelan setengah butir pil tersebut. Doni menelan satu butir. Doni lalu memberikan dua butir pil happy five masing-masing ke Mukhlis dan Okta. Malam harinya, petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung menggerebek ketiga terdakwa di dalam kamar hotel. Polisi menemukan dua butir pil happy five di dompet Mukhlis dan dua butir pil happy five di kotak jam Okta. (ILC-4).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement