Responsive Advertisement

Episode 6 : KPKAD Angkat Bicara Dugaan Korupsi Kakam Payung Makmur

 
0
135
    
Bandarlampung (Pena Berlian Online) – Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah(KPKAD) Provinsi Lampung,  Ginda Ansori,SH.MH, angkat bicara terkait dugaan korupsi Dana Desa serta kepemilikan aset milik Kepala Kampung Payung Makmur,  Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampungtengah,  Zimamul Wafa, disinnyalir tidak wajar.
Ginda Ansori mengatakan, Di negara ini dimungkinkan untuk setiap warga negaranya untuk hidup layak dan sejahtera,.
Hal ini dikatakannya, terkait dengan transaksi sejulah aset Kepala Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah yang ditengarai tak wajar oleh warganya perlu ditelusuri.
“Ditelusuri dalam hal ini bukan karena ada kepentingan atas banyaknya aset seseorang tapi dari mana sumber dananya sehingga yang bersangkutan dapat bertransaksi sebagaimana data yang telah disajikan,”ujar Ginda Ansori.
Ginda Ansori juga mengatakan, tetap masyarakat harus lebih peka dan jangan terprovokasi atas isu-isu terkait persolan yang tengah menjadi rumor tersebut.
“Perlu dikaji apakah ada kerugian dana pembangunan didesa setempat, atau ada dugaan penyelewengan atas dana-dana pembangunan atau program pemerintah yang tidak direlisasikan selama ini?.,”ujarnya.
Dia mengungkapkan,  Apabila tidak ada persoalan keuangan pembangunan desa, maka tidak ada yang perlu diperdebatkan selama kepala kampung Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah dapat membuktikan secara terbalik atas rumor tersebut.
“Bisa saja seseorang dapat pekerjaan atau proyek atau usaha perkebunan yang menghasilkan keuntungan yang cukup banyak,”imbuhnya.
Namun Ginda Ansori mengatakan,  jika nantinya betul-betul terbukti oknum kepala kampung melakukan tindakan korupsi,  dia minta aparat penegak hukum serta terkait,  melkukan pennyelidikan dan penyidikan.
“Kalau ternyata terbukti uang yang dijadikan aset tersebut merupakan diduga hasil korupsi maka kepolisian dan kejaksaan dapat melakukan penyelidikan terhadap persoalan ini,”pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement