Responsive Advertisement

Foto: Sahirun for JPNews
JPNews - Koordinator Presidum Komite Pemantau Kebijkan Anggaran Daerah (KPKAD) Propinsi Lampung, Gindha Ansory Wayka menilai Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu terkesan lambat dalam penanganan kasus dugaan korupsi ADD dan ADP oleh Kepala Pekon (Kakon) Sinarmulya Kecamatan Banyumas dan Sukoharjo 4 Kecamatan Sukoharjo.
Kasus kedua pekon ini telah lama ditagani kasi pidsus Kejari Pringsewu, terkesan penanganan kasus kedua pekon ini berjalan sangat lambat bahkan terkesan kasus kedua pekon ini terhenti.
"Beberapa minggu ini kejari sudah memeriksa bedahara Pekon Sinarmulya, kaur pekon dan semua yang terkait dalam pelaksanaan ADD dan ADP tahun 2017 tak ada yang terlewati, semua diperiksa. Namun yang anehnya kasus keduaya seperti terhenti," ungkap Gindha Ansory Wayka.
Anehnya lagi, sebut Ansory, dalam penanganan kasus kepala pekon itu, terkesan sengaja memperlambat penanganan kalau boleh dikatakan Kejari Pringsewu low service.
"Bahkan kepala pekon Sinarmulya saja tidak pernah diperiksa kejari, ada aromanya tercium ada oknum kejaksaan yang sudah bermain dalam kasus ini, diduga kuat Kejari Pringsewu sudah masuk angin," tambahnya.
"Kasus kedua pekon ini ditangani oleh Kasi Pidsus Kejari Pringsewu seharusya tidak boleh berhenti kasus ini, bahkan lama tidak ditetapkan menjadi tersagka ada indikasi mainan yang dilakukan," selanya.
Sementara Kejari Pringsewu Asep Sontani Sunarya belum bisa dikonfirmasi terkait indikasi yang disebit Ansory. Demikian  juga Kasi Pidsus Kejari Pringsewu Leonardo Adiguna.
(run/JPN)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement