Responsive Advertisement

Diduga Lakukan Pelecehan, Bunda Eva Akan Dipolisikan

Foto Dok Facebook Bunda Eva
BANDAR LAMPUNG, (IKN) – Istri Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung akan dilaporkan ke Polisi, terkait dugaan pelecehan, ujaran kebencian, dan pencemaran nama baik, di muka umum, kepada Ketua Golkar Kota Bandar Lampung, saat diacara pesta.
Bidang Hukum dan HAM DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung, akan melaporkan istri Wali Kota Bandar Lampung, Herman. HN, yakni Eva Dwiana, ke Polda Lampung. Pelaporan tersebut terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik di depan umum yang diduga dilakukan oleh Eva Dwiana terhadap Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung, Yuhadi, beberapa waktu lalu di salah satu acara resepsi pernikahan,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD II Partai Golkar Bandar Lampung, Ginda Ansori Wayka.
Menurut Ginda, bahkan ucapan Eva Dwiana itu juga tersebar melalu vidio di media sosial. Dalam video yang sempat viral tersebut, kehadiran Yuhadi untuk memberikan tausiah sekaligus memimpin doa di acara tersebut. Namun, Eva Dwiana diduga justru melecehkan dan memfitnah serta mencemarkan nama baik terhadap Yuhadi.
Ginda Ansori Wayka, menegaskan, akan melaporkan Eva Dwiana ke Polda Lampung. Saat ini, kata Ansori, pihaknya masih melakukan kajian-kajian secara hukum terkait konten atau isi video yang tengah viral tersebut, sekaligus mengkaji dari tata bahasa terkait kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Eva Dwiana di dalam video tersebut.
“Tim hukum telah mencatat ada beberapa konten yang perlu kita kaji secara detail dan mendalam, diantaranya terkait dugaan pelecehan kapasitas dalam hal bertausiah dan membaca doa serta tudingan biasanya bisa bagi-bagi duit waktu kampanye kemarin. Hal ini nampaknya dikaitkan dugaan money politik Pilgub Lampung yang sengketanya telah diputus oleh Bawaslu,” jelas Ansori.
“Konten berikutnya, yakni Yuhadi yang dicariin sama DPR, kebetulan bunda DPR, rupanya dia kabur naik haji. Supaya hilang tanggung jawabnya. Lalu, konten lain adalah sudah itu satu lagi saksi hilang, kalau saksi kemarin kita dapet Herman HN telak menang serta konten lainnya yakni bapak yang baju kuning ini, nanti kalau Pileg jangan dipilih. Karena pasti bagi-bagi duit, kerjanya mah gak ada,” lanjutnya
Setelah mendengar, mengkaji dan menyusun materi dari hasil rekaman video Eva Dwiana yang diduga menyudutkan Yuhadi, kata Ansori, ia bersama timnya akan segera merampungkan kajiannya terkait unsur atau syarat formal dan materiil yang mendukung sebuah laporan. “Setelah materi dan bukti serta saksi dianggap cukup dan lengkap, kami akan laporkan Eva Dwiana ke Polda Lampung,” tegasnya.
Langkah ini dilakukan, tambah Ansori, karena Yuhadi sebagai Simbol Partai. Sehingga sebagai kader merasa terusik dengan perkataan yang diduga menyudutkan Ketua Partai Golkar Bandar Lampung.
Sementara Yuhadi membenarkan hal itu Menurutnya, dirinya sudah menyerahkan prosesnya kepada bagian hukum partai. “Sudah saya serahkan ke bidang Hukum dan HAM Partai Golkar, terkait apa langkah yang diambil. Silahkan konfrimasi ke sana (Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar),” kata Ketua DPD II Partai Golkar Bandar Lampung, Yuhadi, Minggu (3/2/2019). (SL/VR-1)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement