Responsive Advertisement

Demo Dugaan Korupsi, Dua Ormas Bentrok di Depan Kantor Dinkes Lampung, Dua Anggota Petir Diamankan Polisi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Dua Ormas terlibat bentrok di depan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Senin (24/7/2017).Foto : ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – DuaOrmas terlibat bentrok di depan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Senin (24/7/2017). Buntutnya, Polresta Bandar Lampung menahan dua anggota Ormas Petir.
Keributan berawal saat anggota Ormas dari tim Andalan Masyarakat Inti Lampung (Tampil) melakukan aksi unjuk rasa mempersoalkan dugaan mark up anggaran proyek Alat Kesehatan (Alkes) tahun 2012 dari dana APBN  senilai Rp13,5 miliar, dan Pengadaan puskesmas keliling dengan Anggaran Rp8 miliar, di depan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Tiba-tiba anggota Ormas lain datang menyerang.
Kuasa hukum Petir, Gindha Ansori, membenarkan dua anggota Ormas Petir ditahan pasca peristiwa bentrok tersebut. Polisi menduga kedua orang tersebut sebagai pemicu keributan.
“Memang benar ada keributan di depan Kantor Dinas Kesehatan, dan sekarang dua anggota Petir diamankan di Polresta untuk dimintai keterangan,”terang Gindha, Senin (24/07/2017) malam.
Menurutnya, pemeriksaan dua anggota Petir sempat tertunda lantaran listrik padam. “Kita akan ikuti semua proses, toh masih ada waktu beberapa jam sebelum polisi menentukan keduanya ditahan atau tidak,” jelasnya.
Menurut Gindha, keributan di depan Kantor Dinkes Provinsi Lampung terjadi karena miskomunikasi. “Ada miskomunikasi saja di lapangan. Sebenarnya tujuan Petir dan Tampil sama, ingin memerangi korupsi. Tapi cara yang dilakukan berbeda,” tuturnya. Gindha mengimbau kepada seluruh Ormas agar tidak lagi mengedepankan aksi unjuk rasa di jalanan.
“Aksi seperti itu mengganggu sekali. Jika memang ada Ormas yang mengetahui dan mempunyai data pasti tindak pidana korupsi, lebih baik langsung sampaikan ke Kejati, Kejari, ke Polda atau Polresta, jadi tidak mengganggu kinerja ASN lain dan masyarakat,” katanya. Gindha juga berharap masalah ini dapat diselesaikan. “Jangan sampai situasi ini dimanfaatkan pihak lain. Sedangkan kasus korupsi sesungguhnya terlupakan,” tuturnya.
Dihubungi terpisah, Ketua DPW Tampil Provinsi Lampung, Jimi GR, mengatakan massa menyerang saat organisasinya akan menyampaikan orasi.
“Kita kan melakukan aksi damai, kenapa kita dihadang. Kita juga Negara hukum, seharusnya kalau aturan hukum yang wajib menjaga aset pemerintah polisi dan TNI,” kata Jimi.
Menurut Jimi, ada sejumlah mobil yang rusak akibat lemparan batu. “Ada sekitar 7 mobil yang terkena lemparan batu sehingga kaca mobil pecah dan bodi mobil banyak yang penyok,” ungkapnya.
DPW Tampil lalu melaporkan aksi penyerangan tersebut ke Polresta Bandar Lampung. “Saya berharap pihak kepolisian memproses masalah ini dengan tuntas, karena negara ini negara hukum,” tandas Jimi.
Pasca bentrokan, kepolisian melakukan penyisiran dan menemukan banyak senjata tajam jenis pedang, golok, linggis serta balok.
“Ya setelah melakukan penyisiran banyak senjata tajam yang kita temui dan sudah kita amankan,” kata Anis salah satu anggota polisi yang melakukan penyisiran di Dinkes Provinsi Lampung.
Dimintai komentarnya, Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Murbani Budi Pitono mengaku tidak mengetahui dengan pasti peristiwa kerusuhan saat demo. Kapolres hanya membenarkan keributan tersebut.
“Memang ada perselisihan, tapi tidak ada itu penembakan. Namanya juga demonstrasi, perselisihan wajar terjadi. Kalau ada yang bilang rusuh, itu tidak ada. Kita tidak ada menyita barang-barang yang berpotensi menimbulkan kerusuhan,” katanya saat ditemui usai menghadiri rapat evalusasi Kamtibnas di Graha Wiyono-Siregar (GWS) Mapolda Lampung, Senin (24/7/2017) sore. (Rizky/Wanda/Kardo)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement