Responsive Advertisement

17 Pembeli Rumah Laporkan PT. Ghalaz ke Polresta Bandar Lampung

Bandar Lampung, Warta9.com – PT. Ghalaz Sukses Perkasa selaku developer perumahan Griya Sentra Pesona VII (M.Noer) Kota Bandar Lampung yang beralamat di Jalan Tirtayasa Gg. M. Noer 1 Sukabumi Bandar Lampung, dilaporkan 17 pembeli ke Polresta. Sebanyak 17 pembeli yang merasa ketipu menguasakan perkara ini keoada Advokat kantor hukum GHINDA ANSORI WAYKA-THAMARONI USMAN dan REKAN.
Ginda Ansori, SH, MH, Kamis (23/11/2017) menjelaskan, selaku advokat/kuasa, dari Zarkasyi dan kawan-kawannya  (17 orang), warga Perumahan Griya Sentra Pesona VII (M.Noer) Kota Bandar Lampung beralamat di Jalan Tirtayasa Gg. M. Noer 1 Sukabumi Bandar Lampung.
Ansori menjelaskan, pada saat membuat perjanjian antara  PT. Ghalaz Sukses Perkasa dengan 17 pembeli rumah, dinyatakan bahwa tanah yang akan dibangun adalah tanah milik PT. Ghalaz Sukses Perkasa. Akan tetapi pada saat ini lokasi tanah perumahan yang dibeli dipasang plang oleh Abdurachman yang mengklaim sebagai pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 13605.
Ansori menjelaskan, diantara pembeli ada yang sudah lunas dan ada juga yang masih mengangsur pembayarannya. Setelah dikonfirmasi ke PT. Ghalaz Sukses Perkasa, ternyata tanah tersebut dalam proses jual beli dengan harga Rp 2,5 miliar.
Sementara PT. Ghalaz Sukses Perkasa baru membayar Rp1,1 miliar kepada pemilik lahan Abdurachman. Sehingga masih ada kekurangan Rp1,4 miliar dan nilai Rp 1,1 miliar yang telah dibayarkan oleh  PT. Ghalaz Sukses Perkasa tersebut menurut pemilik lahan Abdurachman sudah hangus atau dianggap tidak ada pembayaran sama sekali.
Atas ketidakjelasan lahan itu, lanjut Ansori pembeli rumah sudah beberapa kali diperingatkan oleh pemilik lahan Abdurachman untuk mengosongkan dan pergi dari perumahan tersebut, karena tanahnya belum dibayar lunas oleh PT. Ghalaz Sukses Perkasa.
Berdasarkan data, para pembeli rumah telah menyetor dana baik sebagai uang muka maupun angsuran kepada PT. Ghalaz Sukses Perkasa total dananya Rp 2,1 miliar.
“Klien kami tidak tahu-menahu soal ada pihak lain di perumahan tersebut, karena sejak penandatanganan surat perjanjian dijelaskan bahwa tanah tersebut milik PT. Ghalaz Sukses Perkasa,” kata Ansori.
Berkaitan dengan hal tersebut, Ansori selaku kuasa hukum 17 orang korban penipuan melaporkan kepada Kapolresta Bandar Lampung. Para korban juga meminta perlindungan hukum atas persoalan ini. Karena para korban pembeli yang beritikad baik, maka dalam hukum harus dilindungi hak-haknya.(W9-jam)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement