Responsive Advertisement
Senin, Oktober 09, 2017
A+ A-

Musa Ahmad Siap Dipanggil Polda

TERBANGGIBESAR - Pasca laporan yang dilayangkan Surino (43) warga Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggi besar, belum lama ini di Mapolda Lampung, Musa Ahmad angkat bicara.

Mantan Wakil Bupati Lampung Tengah (Lamteng) ini meminta aparat kepolisian dapat mengusut tuntas laporan pencemaran nama baik terhadap dirinya.

Sebelumnya, Surino kembali melaporkan Musa Ahmad atas dugaan pengerusakan aset miliknya, berupa dua unit rumah permanen berukuran 4x16 m dan 7x11 meter yang terletak atas sertifikat hak milik  nomor 339/Yk tanggal 23 September 1992, seluas 3.515 meter.

Menanggapi hal tersebut Musa menepis laporan tersebut. Bahkan ia menyatakan, tidak pernah melakukan pengrusakan.

"Aset itukan sudah dieksekusi oleh pihak bank dan saya juga sudah mendapatkan itu dari hasil pelelangan, dan itu juga sudah hasil penetapan dari pengadilan," terang Musa saat dikonfirmasi di lokasi tanah yang saat ini sedang dibangun rumah pribadi miliknya, Minggu (8/10).

Ia menjelaskan, tanah ini sudah melalui proses pelelangan dan saat itu hasil lelang dimenangkan dirinya.

Terlebih, apa yang dikatakan Surino tentang pinjaman uang dengan menggadaikan sertifikat terhadap dirinya itu sama sekali tidak benar.

"Dari proses laporan terdahulu sampai detik ini saya belum pernah sama sekali bertatap muka dengan Surino, apalagi sampai ada perkataan ia meminjam uang kepada saya untuk menebus sertifikat. Logika saja, bagaimana kita mengambil sertifikat tanah tanpa ada jalur dari pemiliknya. Semua bohong karena tidak pernah ketemu sama sekali. Selama ini saya berkomunikasi dengan pihak bank dengan proses lelang," jelasnya.

Musa menceritakan, saat itu terjadi adanya proses lelang oleh pihak bank BTPN Kota Metro dan ia memenangkan lelang tersebut. Pembayaran dilakukan secara syah oleh Musa Ahmad yang disaksikan Rohani warga kelurahan Yukumjaya,  sebagai saksi.

"Bank BTPN menawarkan tanah seluas 3.515 dengan nilai Rp 215.900 ribu. Kwitansi pembayaran dilakukan tiga kali dan ada buktinya, jadi yang mana katanya pengrusakan itu, bahkan saya sudah menghibahkan sebidang tanah untuk keluarganya karena saya merasa kasihan, mereka sudah tidak lagi memiliki tempat untuk tinggal," jelasnya.

Saat ini pihaknya tengah menunggu laporan awal terkait pencemaran nama baik.  Ia meminta ketegasan kepada pihak berwajib soal laporan awal yang tidak selesai. Saat itu Surino dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali tapi tidak kunjung datang. Kemudian ini muncul lagi dengan membuat laporan pengrusakan.

"Sebenarnya apa motivasinya. Saat ini saya seperti berurusan dengan hantu. Tidak jelas keberadaannya namun ada laporan terhadap saya," tegasnya

Sebelum ini juga, Surino sudah pernah melaporkan Musa Ahmad ke Polda Lampung pada 10 Maret 2017 atas dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan dengan nomor laporan Polisi LP/B-294/III/2017/LPG/SPKT, yang sudah dilimpahkan di Polres Lamteng dan telah dilakukan pengecekan bahwa dokumen yang dimiliki Musa Ahmad sudah dipastikan ke Absahannya.

"Saya sudah pernah melakukan pengecekan di Polres Lamteng bersama dari pihak Bank BTPN maupun Pengadilan Negeri Lamteng, dan itu sudah terbukti bahwa dokumen milik saya syah secara hukum yang saya dapatkan dari pelelangan, justru malah Surino sendirilah yang menghindar dari panggilan Polres Lamteng untuk dimintai keterangannya dan dilaporkan sudah tidak lagi berada di Lampung," bebernya.

Musa menyesalkan adanya laporan itu, dan merasa dirugikan nama baiknya dicemarkan sehingga menjadikan image buruk di mata masyarakat.

"Saya siap kapan saja di panggil ke Polda Lampung untuk pemeriksaan dan akan saya proses sampai selesai biar semua jelas dan tidak lagi merugikan saya maupun orang lain," tandasnya.

Diketahui, Musa Ahmad kembali dilaporkan ke Kepolisan Daerah (Polda) Lampung, Sabtu (7/10/). Pelapornya adalah Surino (43) warga Yukumjaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah dengan didampingi kuasa hukum Gindha Ansori Wayka dan rekan dengan nomor laporan LP/1140/X/2017/SPKT, 07 Oktober 2017 Polda Lampung.

Surino melaporkan Musa Ahmad terkait dugaan pengrusakan aset miliknya berupa dua unit rumah permanen berukuran 4 x 16 m dan 7 x 11 meter yang terletak di atas sertifikat Hak Milik Nomor SHM Nomor 339/Yk tanggal 23 September 1992,  luas 3.515 m.

Sebelumnya, mantan legislator Partai Gerindra itu juga telah dilaporkan ke Polda Lampung pada 10 Maret 2017 atas dugaan pemalsuan dokumen dan penipuan dengan nomor laporan Polisi LP/B-294/III/2017/LPG/SPKT. (cw25/rid)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement