Responsive Advertisement

Saling Lapor Sengketa Lahan


Lamteng (Lentera SL): Aksi saling lapor antara mantan Wakil Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan Surino ke Polda Lampung terus berlangsung. Perseteruan keduanya terkait perkara sertifikat hak milik (SHM) Nomor 339/Yk tanggal 23 September 1992 seluas 3.515 meter.
Kemarin, mantan Wakil Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad kembali menyampaikan sejumlah bukti-bukti miliknya terkait tuduhan yang dilaporkan Surino warga Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar. Ia menilai ada motif lain di balik laporan tersebut, terlebih saat ini sangat sulit untuk dihubungi.
“Logikanya, apabila Surino ingin menyelesaikan permasalahan ini kenapa justru harus menghilang. Kita ini kan repot, berurusan dengan hantu. Ini siapa yang menunggangi? Kesannya ada unsur politik dalam hal ini,” ujar Musa saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Minggu (8/10).
Menurutnya, tuduhan itu merupakan suatu kebohongan. Sebab, imbuh Musa, aset Surino yang saat ini sudah menjadi milikinya itu telah melalui tahapan sesuai dengan hukum. “Saya sudah mengikuti proses lelang, dan bukti-bukti semua ada sama saya,” kata dia.
Karena itu, lanjut Musa, dirinya mendorong aparat penegak hukum segera menyelesaikan perkara itu. “Dalam hal ini saya dirugikan. Saya minta kepolisian segera memprosesnya, karena sudah dua kali yang bersangkutan (Surino) dipanggil dan tidak hadir. Ini kesempatan selagi Surino muncul,” tegasnya.
Terpisah Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lampung Tengah, Iptu Yopi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Polda Lampung terkait masalah ini. Sebab, sudah dua kali dilakukan pemanggilan namun terlapor tidak hadir.
Tim yang turun ke bawah mendatangi RT setempat, sambung dia, juga mengatakan yang bersangkutan sudah lama tidak berada di tempat. “Langkahnya kita akan segera berkoordinasi dengan Polda terkait masalah ini,” ujar Iptu Yopi.
Diketahui, mantan Wakil Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad kembali dilaporkan ke Polda Lampung pada Sabtu (7/10) kemarin. Pelapornya adalah Surino (43) warga Desa Yukum Jaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah didampingi kuasa hukum Gindha Ansori Wayka dan rekan dengan nomor laporan LP/1140/X/2017/ SPKT, 07 Oktober 2017 Polda Lampung.
Surino melaporkan Musa Ahmad, terkait dugaan pengrusakan aset miliknya berupa dua unit rumah permanen berukuran 4 x16 meter dan 7x11 meter yang terletak di atas Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 339/Yk tanggal 23 September 1992, luas 3.515 meter.
Sebelumnya pada 10 Maret 2017 lalu, Musa Ahmad juga telah dilaporkan ke Polda Lampung atas tuduhan pemalsuan dokumen dan penipuan dengan nomor laporan polisi LP/B-294/III/2017/LPG/SPKT.
Surino mengatakan, kejadian pengrusakan ini diduga dilakukan Musa Ahmad sejak bulan Agustus 2017 kemarin. Padahal, seharusnya tidak dilakukan mengingat proses kepemilikan dari bank sedang berjalan.
Surino didampingi Advokat dari Kantor Hukum Gindha Ansori Wayka dan Rekan menjelaskan, proses mendapatkan tiga Sertifikat Hak Milik miliknya dengan SHM Nomor 339/Yk tanggal 23 September 1992 luas 3.515 meter, SHM No. 2904 tanggal 29 Oktober 2008 luas 1557 meter dan SHM 2634 tanggal 03 Maret 2006 luas 2444 meter yang diklaim Musa Ahmad, diduga dengan cara-cara yang tidak benar dan tidak diperkenankan secara hukum. (FEBIR)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement