Responsive Advertisement

Puluhan Karyawan PT Hanjung Tuntut Upah Dibayar Penuh

Bandarlampung,-Puluhan karyawan PT.Hanjung Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD Lampung serta Disnaker Provinsi Lampung, Rabu (11/10).
Aksi unjuk rasa karyawan PT.Hanjung ,menuntut upah atau gaji dibayar setengah, diduga ada yang tidak dibayar hingga hari ini, selain hal ini masih banyak lagi yang harus diselesaikan oleh PT. Hanjung Indonesia terkait hak-hak pekerja sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan di Indonesia berikut turunan-turunan peraturannya.
Hampir selama satu tahun lebih perusahaan ini mengalami persoalan yakni terancam PAILIT. Hingga saat ini proses pemailitan PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung sedang bergulir di Pengadilan Niaga di Jakarta.
Terlepas dari proses pemailitan PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung, sejak satu tahun terakhir nasib karyawan sebanyak ± 150 (seratus lima puluh) orang keadaan atau nasibnya sangat memperihatinkan.
PT Hanjung Indonesia, salah satu perusahaan industri alat berat dan konstruksi Korea Selatan (Korsel) yang berinvestasi di Tanah Air, berencana melepas pabrik manufakturnya di pantai selatan Sumatera, tepatnya di kawasan Srengsem, Panjang, Bandar Lampung.
Terkait permasalahan tersebut  TIM 11 PT. Hanjung Indonesia Bandarlampung dan Lembaga Bantuan Hukum CIKA(LBH CINTA KASIH) Sebagai TIM Advokasi Pekerja atas nasib karyawan sebanyak ± 150 (seratus lima puluh) orang dengan ini menyatakan sikap atas keprihatinan atas kondisi terancam Pailitnya PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung karena seharusnya dengan kondisi pemerintahan yang bermotto bekerja, bekerja dan bekerja di bawah Kepemimpinan Bapak Jokowi selaku Presiden idealnya lapangan pekerjaan bertambah, bukan kemudian banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena berbagai alasan.
  
Sejak tanggal 02 Januari 2017 oleh PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung telah dirumahkan/diliburkan dengan alasan bahwa perusahaan tidak berproduksi dan dimohonkan pailit oleh salah satu krediturnya.
Bahwa atas kejadian tersebut, PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung telah melakukan pemotongan upah/gaji Karyawan/Pekerja sebesar 50% setiap bulannya sejak bulan April 2017 dan hingga saat ini;
Selama proses pemailitan ini diduga telah terjadi pemindahan aset-aset perusahaan berupa alat-alat berat/mesin dikeluarkan atas perintah pihak yang tidak diketahui sedangkan permasalahan PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung belum memperoleh putusan resmi dari Pengadilan Niaga Jakarta.
Oleh karena itu,TIM 11 mendesak agar Kapolda Lampung dan Bea Cukai Bandar Lampung untuk mengusut tuntas dugaan pemindahan aset-aset perusahaan berupa alat-alat berat/mesin dikeluarkan atas perintah Pihak yang tidak diketahui sedangkan permasalahan PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung belum selesai sampai saat ini dan kami hak kami belum diselesaikan oleh pihak PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung.
“Kami meminta agar segera di PHK oleh PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung karena hingga saat ini hak-hak kami sebagai perkerja tidak dipenuhi karena hal ini bertentangan dengan UU ketenagakerjaan beserta turunannya,” jelas Gindha Ansori selaku Advokasi Pekerja LBH CIKA kepada awak media, Rabu (11/10).
PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung segera memenuhi hak kami, baik upah/gaji maupun pesangon dan uang ganti kerugian sesuai dengan ketentuan yang berlaku, PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung segera membayarkan Jaminan Hari Tua (JHT), Jamsostek dan BPJS ketenagakerjaan kami selama kami mengabdi di PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung.

“Bahwa Kami memohon kepada Bapak Gubernur, Ketua DPRD Provinsi Lampung dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung agar dapat membantu kami dalam mendapatkan hak-hak kami sebagai pekerja berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” Pungkasnya. (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement