Responsive Advertisement

PT. Hanjung Indonesia Terancam Bangkrut, Karyawan Ketar-ketir

0
BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Karyawan PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung hari ini menggelar aksi unjuk rasa yang berlangsung di kantor gubernur, DPRD dan Disnaker Povinsi Lampung, Rabu (11/10/2017).
PT Hanjung Indonesia salah satu perusahaan industri alat berat dan konstruksi asal Korea Selatan (Korsel) yang berinvestasi di tanah air, berencana melepas pabrik manufakturnya di pantai selatan Sumatera, tepatnya di kawasan Srengsem, Panjang, Bandar Lampung.
Dalam orasinya, para buruh menyuarakan hampir satu tahun lebih perusahaan terancam pailit. Hingga saat ini proses tersebut sedang bergulir di Pengadilan Niaga Jakarta.
Terlepas dari proses pailit PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung sejak satu tahun terakhir, membuat nasib ratusan karyawan sangat memperihatinkan. Upah atau gaji dibayar setengah, dan diduga ada yang tidak dibayar hingga hari ini.
Selain hal ini, masih banyak lagi yang harus diselesaikan oleh PT. Hanjung Indonesia terkait hak-hak pekerja sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan di Indonesia, berikut turunan-turunan peraturannya.
Sementara terkait hal ini, Tim 11 PT. Hanjung Indonesia Bandar lampung dan Lembaga Bantuan Hukum CIKA (LBH Cinta Kasih) sebagai tim advokasi pekerja menyatakan sikap, antara lain prihatin atas kondisi terancam pailitnya PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung. Karena seharusnya dengan kondisi pemerintahan yang bermoto bekerja, bekerja, dan bekerja di bawah kepemimpinan bapak Jokowi selaku Presiden, idealnya lapangan pekerjaan bertambah, bukan kemudian banyak perusahaan yang harus gulung tikar karena berbagai alasan.
Kemudian sejak tanggal 2 Januari 2016, karyawan telah diliburkan dan dirumahkan oleh PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung, dengan alasan bahwa perusahaan tidak berproduksi dan dimohonkan pailit oleh salah satu krediturnya. Atas kejadian tersebut, PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung telah melakukan pemotongan upah/gaji karyawan sebesar 50% setiap bulannya sejak bulan April 2017 hingga saat ini.
Selanjutnya selama proses pailit ini diduga telah terjadi pemindahan aset-aset perusahaan berupa alat-alat berat/mesin, dikeluarkan atas perintah pihak yang tidak diketahui. Sedangkan permasalahan PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung belum memperoleh putusan resmi dari Pengadilan Niaga Jakarta.
Untuk itu kami mendesak agar Kapolda Lampung dan Bea Cukai Bandar Lampung segera mengusut tuntas dugaan pemindahan aset-aset perusahaan berupa alat-alat berat/mesin itu, dikeluarkan atas perintah pihak yang tidak diketahui, sedangkan permasalahan PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung belum selesai sampai saat ini. Dan hak kami belum diselesaikan oleh pihak PT. Hanjung Indonesia Bandar Lampung.
Terkait hal tersebut, karyawan PT Hanjung Indonesia beserta tim advokasinya yang diterima Yandri Nazir, Mirzalie, Elly Wahyuni dari Komisi V DPRD Provinsi Lampung, pada kesempatan tersebut mengemukakan, selama karyawan diliburkan sejak Januari sampai dengan Desember 2016, gaji masih diberikan secara full, dengan tunjangan. Akan tetapi dari Januari 2017 mulai tersendat-sendat.
Pada pertengahan bulan Maret 2017, perusahaan sudah diatasi oleh PKPU (penundaan kewajiban membayar utang), dan sejak bulan April ada perubahan dengan alasan kondisi perusahaan tidak mampu membayar tunjangan secara full serta gaji sejak April hanya diberikan 50%.
“Ahirnya kami terpaksa menerima. Karena kalau tidak, kami tidak memiliki gaji,” ujar perwakilan dari karyawan PT Hanjung.
Kemudian, kata mereka, Jamsostek kami juga belum dibayarkan sejak Januari. Dan sejak Agustus 2017 gaji kami tidak dibayarkan lagi.
“Kami berharap Komisi V bisa menindak lanjuti, juga berharap kami diputuskan saja PHK-nya. Karena kalau tidak, langkah kami menjadi tersendat jika kami ingin melamar kerja ditempat lain,” jelas mereka.
Sedangkan Yandri Nazir mengatakan, kami dari Komisi V akan mencarikan solusi secepatnya. (Katrine)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement