Responsive Advertisement

Perusahaan Pailit, Karyawan Tuntut Hak


Bandarlampung (Lentera SL): Para pekerja di PT Hanjung Indonesia Bandarlampung melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Gubernur Lampung pada Rabu (11/10).
Diketahui, PT Hanjung Indonesia adalah salah satu perusahaan industri alat berat dan konstruksi yang berasal dari Korea Selatan (Korsel), kemudian berinvestasi di Lampung. Dan hampir selama satu tahun lebih perusahaan ini mengalami pailit (kemacetan pembayaran).
Hingga saat ini, proses Pemailitan PT Hanjung Indonesia Bandarlampung sedang bergulir di Pengadilan Niaga di Jakarta.
Demonstrasi yang dilakukan para pekerja tersebut, disebabkan oleh masalah yang menimpa karyawan sejak satu tahun terakhir, yakni tidak dibayarkannya gaji secara utuh.
Koordinator demonstrasi Ari Joni, mengatakan  selama di pailitkannya PT Hanjung Indonesia Bandarlampung, diduga telah terjadi pemindahan aset-aset perusahaan berupa alat berat dan mesin atas intruksi dari pihak yang belum diketahui. Padahal belum ada putusan resmi terkait permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan.
"Kami mendesak agar Kapolda Lampung dan Bea Cukai Bandarlampung mengusut tuntas dugaan pemindahan aset-aset perusahaan berupa alat-alat berat dan mesin yang dikeluarkan atas perintah pihak yang tidak diketahui, sedangkan permasalahan PT Hanjung Indonesia Bandarlampung belum selesai. Dan sampai saat ini hak kami belum diselesaikan oleh pihak perusahaan,” ujar Ari.
"Kami juga menuntut dibayarkan hak-hak kami sebagai karyawan yang telah ditelantarkan selama satu tahun terakhir termasuk JHT (jaminan hari tua) dan asuransi kesehatan selama pengabdian kami," tambahnya.
Melalui aksi kemarin, para pekerja meminta kepada Gubernur Lampung, DPRD Provinsi Lampung dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, agar dapat membantu para karyawan dalam mendapatkan hak-haknya. Namun sangat disayangkan, hingga unjuk rasa berakhir, pemerintah setempat tak satupun memberikan tanggapan. (ABY)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement