Responsive Advertisement

Pemkot Pertahankan PT SBR Kerjakan Fly Over Kelima


Foto Ilustrasi
Bandarlampung (Lentera SL): Meski kini PT Sang Bima Ratu (SBR) tengah disidik oleh Kejaksaan Negeri Bandarlampung atas dugaan penyimpangan proyek Fly Over Kimaja-Ratu Dibalau senilai Rp 35 miliar, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengaku tak akan melengserkan PT SBR sebagai rekanan Fly Over Gajah Mada-P. Antasari yang kini mulai dibangun.
Sekretaris Kota (Sekkot) Badri Tamam, mengatakan penunjukan PT SBR sebagai rekanan ini bukan adanya permainan di belakang, namun murni sesuai aturan proses lelang di Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE). Sehingga, pihaknya tidak mungkin secara serta-merta menggantinya. “Proses pemenang tender kan sudah sesuai aturan, kalau kita ganti begitu saja yang ada kita tuntut. Nggak bisa asal copot rekanan,” ujarnya saat ditemui di kantor pemkot, Rabu (11/5).
Disinggung mengenai pemeriksaan yang tengah dilakukan Kejari terhadap PT SBR, Badri mengaku tetap akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Ini kan proses hukum, ya kita hormati dan tidak bisa menyalahkan. Sebenarnya kan yang diributkan ini soal beton yang digunakan tidak menggunakan merk Wika, kan nggak harus Wika, yang penting sesuai standar nasional Indonesia,” tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, Azwar. Ia menegaskan, pihaknya tidak akan mencopot PT Sang Bima Ratu (SBR) sebagai rekanan pembangunan jembatan layang kelima ini.  "Pembangunan harus tetap jalan, karena sudah tertera dalam kontrak perjanjian," katanya.
Dirinya menambahkan, terkait dengan penyidikan PT SBR di Kejati, hal ini memang mengganggu, namun tidak mempengaruhi kontrak yang sudah berlaku.  "Ya pengerjaan ini sesuai dengan kontrak, harus dikerjakan,"pungkasnya.
Terkait hal ini,Kepala ULP Dinas PU Soni Rahardian mengaku tidak dapat membatalkan PT. SBR sebagai pemenang tender. Karena proses tender telah dijalankan sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. “Sebaliknya bermasalah kami nanti kalau membatalkan PT. SBR sebagai pemenang tender. Terkecuali, sudah ada keputusan hukum tetap yang menyatakan PT. SBR bersalah,” ujarnya, dihubungi melalui sambungan telepon.
 Menurut Soni, tidak ada satu pun ketentuan hukum atau peraturan yang melarang rekanan yang tengah disik pihak kejaksaan untuk mengikuti proses tender. Apalagi dalam surat pernyataan sesuai ketentuan yang ada, seluruh rekanan juga telah membuat surat pernyataan jika tidak  dalam posisi dikenakan sanksi blacklist dan tersangkut permasalahan hukum. “Kita memberikan penilaian tender memang di atas meja berdasarkan kelengkapan berkas administrasi rekanan. Hal-hal lain tidak masuk dalam penilaian,  karena berbasis e-procurenment kami sendiri tidak bertatap muka langsung dengan peserta tender,” tandasnya.
KPKAD Desak Ganti Rekanan
Sementara, Komite Pemantau Kebijakan dan Angaran Daerah (KPKAD) Lampung mendesak Dinas PU Kota Bandarlampung membatalkan PT. Sang Bima Ratu (SBR) sebagai pemenang tender proyek Fly Over Gajah Mada-Pangeran Antasari senilai Rp 37,8 miliar tahun ini. Hal ini menyusul mengemukanya kasus dugaan penyimpangan proyek Fly Over Ki Maja-Ratu Dibalau tahun 2015 senilai Rp35 miliar.  Pelaksana proyek yang diduga bermasalah tersebut juga PT. SBR.
“Ini tentu jadi pertanyaan besar, mengapa Dinas PU masih memaksanakan PT. SBR sebagai pemenang tender Fly Over Gajah Mada-Pangeran Antasari. Sementara jelas-jelas rekanan tersebut bermasalah, tengah disidik oleh Kejari,” ujar Koordinator Presedium KPKAD Lampung, Ansori, kemarin.
Dijelaskan Ansori, PT. SBR kembali ditetapkan oleh Dinas PU sebagai pelaksana pembangunan Fly Over Gajah Mada-Pangeran Antasari di bulan April melalui proses tender. Idealnya bergulirnya kasus dugaan penyimpangan proyek Fly Over Ki Maja- Ratu Dibalau ditekankan Ansori, dapat dijadikan catatan tersendiri panitia tender. Terlebih Kejari menerbitkan surat perintah penyidikan dibulan Maret atau sebelum tender dimulai. “Ini sama sekali tidak. Kami mencium ada persengkongkolan jahat dalam kasus ini. Jangan kan Dinas PU mau menjatuhkan sanksi blacklist, sebaliknya PT. SBR kembali  dipercaya membangun fly over untuk kedua kalinya,” tukasnya.
 Ansori meyakini dalam menerbitkan surat perintah penyidikan  Kejari Bandarlampung tidak serampangan, namun memiliki data-data pendukung yang cukup kuat. Sehingga dapat disimpulkan menurut penilaiannya, Dinas PU jauh lebih memahami rentetan pelanggaran yang dilakukan PT. SBR yang membuat Kejari merasa perlu untuk turun tangan. “Kalau Kejari saja mencium adanya penyimpangan, sudah pasti Dinas PU jauh lebih tahu meskipun kita tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Spekulasi yang diambil panitia tender irasional, apakah hanya PT. SBR yang mampu membangun flyover ditengah ribuan rekanan yang ada,” ungkapnya.
Berkaitan dengan hal tersebut KPKAD Lampung mendesak dinas PU untuk membatalkan PT. SBR sebagai pemenang tender pembangunan flyover Gajah Mada-Pangeran Antasari. Hal ini dinilai sangat penting untuk menghindari permasalahan dikemudian hari, dan potensi kerugian uang negara yang ditimbulkan. “Jika dinas PU tetap mempertahankan PT. SBR kami juga mendesak kejari untuk turut mengusut tuntas panitia tender, atas dugaan adanya persekongkolan jahat.   Panitia tender juga harus bertanggung jawab,” tegasnya.
 Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bandar Lampung M Syafei mengatakan pemeriksaan terhadap proyek flyover Kimaja-Ratudibalau sedang berjalan. “Penyelidikan flyover Kimaja-Ratu Dibalau terus dilakukan dan saat ini juga masih tahap pemberkasan. Kita sama-sama kawal prosesnya,” ujar  Kasipidsus Kejari Bandarlampung,  M Syafei di ruangannya, Senin (9/5). Hal senada juga diungkapkan Kajari Bandarlampung Widiantoro.  Menurutnya, penyelidikan sedang berjalan dan dilakukan bagian pidana khusus. Pasalnya, pembangunan yang dilakukan disinyalir terjadi penyimpangan yang mengarah pada perbuatan melawan hukum. “Surat perintah penyelidikan (Sprintlid) sudah dikeluarkan dan penyelidikan sedang berjalan,” katanya. (El Shinta)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement