Responsive Advertisement

Keretakan Fly Over MBK Diduga Soal Teknis

Bandaralampung, LE-plus.com
Komisi III DPRD Kota Bandarlampung boleh mengatakan bahwa retak yang ada di dinding fly over bukan merupakan hal yang prinsip karena tidak sampai ke dalam. Tapi menurut Ketua KPKAD Ginda Ansori, retaknya dinding fly over MBK diduga soal teknis pekerjaan dan bukan soal besi banci atau non SNI.
Penjelasan itu disampaikan Ginda, Kamis (02/11/2017), menyikapi keretakan pada dinding fly over MBK yang sedang disorot media dalam beberapa hari ini.
Menurut penilaian Ginda juga seorang advokat ini, tampak jelas bahwa kondisi dinding diduga belum sepenuhnya kering harus dipaksa menahan tanah yang dipadatkan di atasnya. Sehingga dinding yang belum kuat menjadi retak di beberapa bagian. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan, karena nanti muncul masalah.
Sebelumnya Komisi III DPRD Kota Bandarlampung melakukan sidak ke pembangunan flyover di ruas Jalan Teuku Umar-ZA Pagar Alam depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Rabu (01/11/2017).
Rombongan Komisi III dipimpin ketuanya Wahyu Lesmono, sekretaris Komisi Ahmad Riza, anggota Yuginta, Yuhadi, Heriyadi Fayakun. Rombongan anggota dewan didampingi Kabid Bina Marga PU Kota Bandarlampung Syasul dan konsultan Toni.
Tiba di lokasi anggota Dewan tidak tahu lagi kondisi keretkan bangunan yang sebelumnya tampak terlihat. Pihak pelaksana langsung menambal retakan fly over yang sedang menjadi sorotan media. Namun demikian bekas tambalan retakan kurang lebih sepanang 10 meter itu masih tampak.
Menurut Ketua Komisi III Wahyu Lesmono, setelah mendapatkan keterangan dari Dinas PU dan konsultan, yang terjadi bukanya retak, tapi ada jeda dalam pengecoran. Wahyu meminta pelaksanaan pembangunan ini harus dilakukan pengawasan secara menyeluruh, baik soal waktu, keselamatan pengguna jalan dan kualitas pekerjaan.
Masih menurut keterangan Wahyu, keretakan tidak tembus sehingga tidak menghawatirkan. Hal serupa dikemukakan Konsultan flyover, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Bandarlampung Achmad Riza sebumnya mengatakan, pihaknya mendapati ada retakan di konstruksi sambungan beton di Flyover MBK, tepatnya berada di depan Rumah Makan Bumbu Desa.
Sementara itu pelaksana lapangan proyek fly over MBK, PT Dewanto Cipta Karya, Sutarno, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan adanya retakan itu.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement