Responsive Advertisement

Flyover MBK Terkesan Asal Jadi

Ist
BANDARLAMPUNG,-Flyover MBK ruas Jl. Zainal Abidin Pagar Alam – Teuku Umar terkesan dibuat asal jadi. Pasalnya pada fly over itu banyak retak. Praktisi Hukum Gindha Anshori Wayka, Kamis (2/11),  menjelaskan temuan Komisi
III DPRD Kota Bandarlampung harusnya tidak berhenti sampai disitu dan harusnya tidak sejuk-sejuk amatlah karena belum dicek serius hanya sidak lihat-lihat sekilas, jadi masih menjadi ancaman ya bagi kita dan ini jelas membahayakan karena kalau hanya ditambal tidak ada jaminan. Komisi III pun diharapkan Anshori tidak melulu bicara normatif mengenai pembangunan dan kepentingan masyarakat yang menggunakan anggaran besar.
Menurutnya pengawasan menyeluruh sudah harus dilakukan saat ini sebab bersama-sama mengawal pembangunan lebih baik daripada sudah menjadi permasalahan.
“Jika flyover itu sudah jadi terus kemudian jadi masalah kan agak kesulitan makanya mumpung belum jadi harus diawasi sama-sama, sudah pas itu Komisi III, Elemen masyarakat, harusnya juga ada pihak Ke jaksaan, ini mana Jaksa kok gak ada,” terang Ansori.
Ansori menambahkan, selain masyarakat, pemerintah dan penegak hukum bersama-sama melakukan pengawasan sebagai control sosial, Kejari Bandar Lampung juga diha-rapkan melanjutkan penyelidikan dugaan penyimpangan Pembangunan Flyover Kimaja Ratudibalai 35 m APBD Bandarlampung 2015.
Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung Wahyu Lesmono mengatakan pihaknya sudah menjalankan tugasnya dengan baik yakni terkait fungsi pengawasan. Sidak yang dilakukan telah menjawab temuan retaknya bangunan.
“Kami sudah sidak, sudah jelas semuanya jadi retak itu sudah diketahui penyebabkan dan diperbaiki jadi sudah tidak ada persoalan,” kata
Wahyu Lesmono Politisi PAN tersebut juga mendukung dilakukan pengawasan secara bersama guna mengantisipasi adanya penyimpangan serta sebagai langkah preventif.
Selanjutnya mengenai adanya permintaanpenyelidikan dugaan penyim¬pangan dalam pembangunan flyover kimajaratudibalau dirinya pun mendukung.
“Pengawasan memang harus ya dilakukan dan kalau ada temuan perbuatan mela¬wan hukum kita juga dukung untuk diproses. Nah terkait penyelidikan flyover kimaja supaya dilanjutkan Kejari kalau memang harus dilanjutnya itupun kita dukung,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kasi Intelijen Kejari Bandar Lampung Andre W Setiawan menerangkan, pihaknya belum dapat menanggapi terkait Flyover Kimaja. Namun untuk Flyover MBK memang tidak dilakukan pendampingan karena kurangnya administrasi pihak Pemkot pada saat mengajukan permohonan pendampingan.
“Jadi kalau Flyover MBK itu sebenarnya kita lakukan pendampingan pendapat hukum saja melalui bagian perdata dan tata usaha negara (Datun),” terang Kasi Intel Kejari Bandarlampung Andre W Setiawan. (WN)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement