Responsive Advertisement

Dua Komisioner Bawaslu Disoal Sejumlah Elemen

Bandarlampung, LE-plus.com
Lolosnya komisioner Bawaslu Lampung Fatikhatul Khairiyah dan Ali Sidik terus menuai kritik dari elemen masyarakat. Proses pemilihan komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung dinilai syarat akan kepentingan, karena calon yang bermasalah masih lolos.
Protes disampaikan Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) dengan mendatangi Timsel Calon Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung, di Hotel Arinas, Bandar Lampung, Jumat (18/8/2017).
Kedatangan perwakilan Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih (KRLUPB) yang dipimpin Rakhmat Husein itu menyampaikan keberatan atas lolosnya Fatikhatul Khoiriyah dan Ali Sidik yang saat ini menjabat sebagai Ketua dan Anggota Bawaslu Lampung dalam proses pemilihan anggota Bawaslu Lampung untuk periode kedua. Protes yang sama juga disampaikan kordinator Presedium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah, (KPKAD) Gindha Ansori Wayka.
Menurut Ansori, rekrutmen calon anggota Bawaslu dinilai cuma dagelan. Karena sejak awal rekrutmen, dua pendaftar yang terpilih 12 besar disinyalir sudah diseting pihak-pihak tertentu. “Apakah tim seleksi Bawaslu Lampung mengetahui bahwa ada 2 orang yang dinyatakan lulus 12 besar diduga ada putusan  DKPP nya, kalau tim seleksi mengetahui maka tim sel di duga tidak memiliki kompetensi dan melanggar hukum,” katanya, Jumat (18/8).
Oleh karenanya, dirinya mendesak supaya proses rekrutmen yang saat ini sedang berjalan dengan meloloskan 12 nama harus dianulir dan diulang kembali dari awal. Menurut dia, keberadaan timsel Bawaslu Lampung dinilainya juga sudah tidak independen, maka harus diganti. “Oleh karenanya putusannya harus dianulir dan proses rekruitmennya diulang dari awal dan harus diganti tim seleksinya,” ungkapnya.
Sementara, Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih mendesak Timsel Bawaslu Lampung mencoret dua nama calon Komisioner Bawaslu Lampung, yakni Fathikatul Khoriyah dan Ali Sidik dari daftar 12 nama yang lolos seleksi tes tertulis, tes psikologi dan tes kesehatan.
Menurut Ketua Koalisi Rakyat Lampung untuk Pemilu Bersih, Rakhmat Husein DC, Dewan Kehormatan Penyelenggara pemilu (DKPP) telah memutuskan memberikan sanksi bersalah kepada Ketua dan anggota Bawaslu Lampung saat itu, yakni Nazarudin, Fathikatul Khoiriyah dan Ali Sidik.
“Kita tentu masih ingat, Pilgub Lampung 2014 dinodai praktek politik gula gula yang dilakukan Ridho Ficardo–Bachtiar Basri. Tapi yang pasti, Dewan Kehormatan Penyelenggara pemilu (DKPP)  memutuskan memberikan sanksi bersalah kepada Ketua dan anggota Bawaslu Lampung saat itu, yakni Nazarudin, Fathikatul Khoiriyah dan Ali Sidik,” katanya.
Protes yang sama juga dilontarkan oleh A. Faanzir Zarami, mantan Ketua Panwas Kabupaten Mesuji. Menurut dia, dua nama yang saat ini menjabat sebagai komisioner Bawaslu Lampung itu, berdasarkan putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum RI, terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.
“Saya akan menyampaikan kepada Timsel, Bawaslu RI dan Ombudsmen untuk memberikan pertimbangan agar dua nama dari 12 nama yang lolos agar tidak diberi keleluasaan guna mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar Faanzir yang juga berprofesi sebagai advokat ini.
Sambil menunjukkan dokumen putusan DKPP itu, Faanzir mengatakan, bahwa Timsel Bawaslu Lampung terlebih dahulu tidak melihat track record para calon Bawaslu Lampung yang lolos 12 nama itu. “Saya punya dokumennya. Salinan putusannya saya pegang sebagai produk hukum yang tidak terbantahkan apalagi mau diperdebatkan. Karena putusan DKPP final,” katanya.
Selain itu, lanjut Faanzir, dirinya juga akan melaporkan Timsel Bawaslu Lampung ke ranah perdata maupun pidana jika sampai meloloskan dua nama tersebut. “Kalau dua nama itu diloloskan, maka saya akan melaporkan secara perdata maupun pidana,” ucapnya.
Seperti diketahui, Timsel Bawaslu Lampung telah mengumumkan 12 nama yang lolos. Mereka adalah Adek Asyari, S.IP, Afrizal, SH, Ali Sidik, Estinur Fatonah, SHI, Fatkhatul Khairiyah, Fauzi Heri, SH, MH, Hamami, SH, Heri Alfian, Iskardo Panggar, M. Iwan Satriawan, M. Ridwan Syakur dan Mislamudin.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement