Responsive Advertisement

Bank Lampung Diduga Tutupi Kejahatan Dari Publik


Bandarlampung-  Praktisi hukum Lampung, Gindha Ansori Wayka mengatakan, pengelolaan keuangan di Bank Lampung harusnya dilakukan secara transparan dan penuh dengan akuntabilitas.
Alasannya kata Ansori, karena Bank Lampung sebagai bagian dari Perbankan yang disupport oleh dana yang bersumber keuangan daerah di provinsi ini tunduk pada regulasi pemerintah.
Jika di dalam pengelolaannya bermasalah seharusnya pihak Bank Lampung yang mengetahui berapa jumlah dugaan penggelapan oleh oknum pegawainya dan bukan hanya kewenangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saja.
Mengenaskan sekali jika OJK yang lebih memahami jumlah uang yang  digelapkan,” kata Ansori, Sabtu(25/02/2017).
Koordinator KPKAD ini menambahkan,  sementara penanggungjawab keuangan Bank Lampung harusnya lebih detail soal kejadian ini dan langsung menentukan di sektor mana yang digelapkan siapa menanggung jawabnya.
Kemudian kata dia, jika pihak Bank Lampung seolah tidak tahu-menahu soal dana yang digelapkan karyawannya, akan membawa preseden buruk.
“Artinya kuat dugaan pihak Bank Lampung menutupi kejahatan ini dari publik,”.
“Dan terkesan membangun citra seolah Bank Lampung sehat dan tak ada kejahatan atas apapun di lembaga perbankan daerah ini,” tegasnya.
Dikarenakan, pihak Bank Lampung berkilah saat ditanyai soal nominal kerugian negara yang ditimbulkan akibat penggelapan oleh pegawainya, sementara kata Ansori, proses ini sudah dilakukan penyidikan, maka tidak sepantasnya ditutup-tutupi di tengah public.
“Karena sekecil apapun kejahatan itu suatu ketika bakal terungkap,” ujarnya.
Ia berharap OJK dan Bareskrim Mabes Polri mampu mengungkap dugaan penggelapan ini dengan transparan.
“Dan tak ada yang dilindungi,” ujarnya
  
Nilai Rp 6,7 miliar itu kata dia cukup besar,  jangan sampai hanya karena satu orang atau segelintir orang memenuhi hasrat dan syahwat hidupnya.
“Mengorbankan kepentingan masyarakat Lampung,” ucapnya.
Diketahui, Kepala OJK Perwakilan Lampung, Untung Nugroho mengaku adanya pegawai Bank Lampung di Kantor Cabang Pembantu(KCP) Antasari Bandarlampung, Felisia Fransiana Pramita yang diduga menggelapkan uang sebesar Rp 6,7 miliar, OJK mengetahui dugaan penggelapan itu dari laporan Bank Lampung.
Namun lucunya, pihak Bank Lampung sat dikonfirmasi memberi jawaban berkelit soal nominal, modus pengelapan dan status pegawai terduga penggelapan uang.  (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement