Responsive Advertisement

Ditserse Narkoba Polda Lampung Diminta Bubar, Granat Siapkan Demo Besar

Pelita Ekspres | Sabtu, 11 Februari 2017 | Dibaca: 463 | Hukum & Kriminal

(pelitaekspres.com) - BANDARLAMPUNG - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPD Granat) Provinsi Lampung berencana menggelar demo besar terkait keputusan Polda Lampung dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung yang merehabilitasi mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tanggamus Mukhlis Basri. Granat menilai, keputusan itu mencederai rasa keadilan masyarakat dan langkah mundur dalam pemberantasan narkoba di Tanah Air.
 Setelah mendapat asesmen dari BNN Lampung, Mukhlis Basri tak lagi ditahan di Polda Lampung. Direktur Ditnarkoba Polda Lampung Kombes Abrar Tuntalanai mengatakan, Mukhlis dipindahkan ke panti rehabilitasi BNN Lampung, sejak Minggu (5/2/2017). Tapi Faktanya Senin Malam (6/2/2017), Mukhlis menggelar selamatan di Rumah Dinasnya (Rumah Dinas Sekda Tanggamus-Red) di Kota Agung dan Selasa (7/2/2017) mulai berkantor di Ruang Sekda meski sebenarnya Mukhlis sudah dinyatakan non aktif karena posisinya oleh Wakil Bupati Tanggamus sudah digantikan oleh Plt Sekda yang dijabat Asisten 2.
 "Pengurus dan relawan Granat menganggap putusan yang diambil dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat. Rencananya minggu depan Granat demo besar menyampaikan aspirasinya ke Polda, BNN, dan DPRD, di bawah koordinasi Granat Kota Bandar Lampung," kata Ketua DPD Granat Lampung Toni Eka Chandra, di Bandar Lampung.
 Menurut Toni, Indonesia kini darurat narkoba. Saat ini pengguna narkoba mencapai 5,9 Juta orang dan 22 % di antaranya adalah pelajar dan mahasiswa. Dia menambahkan jika para produsen, bandar, dan pengedar narkoba berani berbuat kejahatan, Granat dan masyarakat harus lebih berani untuk berbuat kebaikan dan kebenaran, demi penyelamatan generasi anak bangsa.
 "Jika terlalu longgar seperti ini, orang tidak takut untuk menggunakan narkoba, termasuk okunum pejabat negara dan pejabat tinggi. Mereka mengangggap kalau tertangkap hanya direhabilitasi. Hal ini sangat tidak menguntungkan, karena menjadi peluang meningkatnya penggunaan dan peredaran gelap narkoba," kata Toni.
 Sementara Plt Ketua Granat Kota Bandar Lampung Ginda Ansori Wayka meminta jika tidak ada manfaatnya bagi pemberantasan Narkoba di Lampung sebaiknya Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dibubarkan saja. "Masa semua pemakai pecandu narkoba di Lampung yang bahkan tertangkap tangan menyimpan Narkoba bisa saja mereka juga adalah pengedar, Seperti baru-baru ini Anggota DPRD Pesawaran dan Sekda Tanggamus yang tertangkap langsung direhabilitasi tanpa proses pengadilan. Pengadilan kan bisa membuat keputusan sela jika tersangka mengajukan Rehabilitasi. Hukum kan ingin memberikan efek jera dan penegakannya tidak boleh tebang pilih". (*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement