Responsive Advertisement
Rehabilitasi Sekda Non Aktif Mukhlis Basri Preseden Buruk Pemberantasan Narkoba Senin, 6 Februari 2017 22:21 Laporan Wartawan Tribun Lampung romi rinando TRIBUN LAMPUNG. CO.ID. BANDAR LAMPUNG - Akademisi Universitas Bandar Lampung Ginda Ansori menilai tindakan rehabilitasi terhadap tiga tersangka penyalahgunaan zat psikotropika yang melibatkan Sekda Tanggamus nonnaktif Muhklis Basri, Oktarika (PNS Pemrov Lampung) dan Doni Lesmana (wiraswasta) merupakan preseden buruk dalam penanganan dan pemberantasan zat terlarang. "Kita prihatin cara dan model penegakan dan penanganan hukum BNN dan Polda Lampung dalam perkara narkoba dan psikotrapika, khususunya melibatkan para pejabat yang notabane memberi contoh baik, tapi malah menjadi contoh yang buruk. Karena penanganan seperti ini bukan mengurangi korban penyalahagunaan zat terlarang tapi bisa menjadikan masyarakat berbondong-bondong mencoba, menjadi korban penyalahgunaan narkoba dan psikotrapika itu sendiri," kata Ginda Ansori Senin (6/2/2017). Ia meminta ke depan kepolisan maupun BNN tidak menjadikan dan memanfaatkan kelemahanan dari regulasi dan aturan untuk melemahkan penegakan hukum itu sendiri. Karena idealisnya pelaksanaan rehabilitasi bagi para pelaku penyalahgunaan psikotrapika dan narkoba dilakukan setelah mereka menjalani hukuman, bukan sebaliknya. "Jika cara-cara seperti ini yang terus dilakukan oleh para aparat penegak hukum, maka pemberantasan narkoba dan psikotrapika ini tidak efektif. Karena jika upaya rehabilitasi selalu dikedepankan maka upaya menggurangi jumlah pengguna narkoba bisa mengalami kegagalan. Karena melalui rehabilitasi, justru membuat mereka kembali menggunakan barang haram itu," tegas Ansori. Untuk itu dia berharap kasus-kasus seperti ini tidak akan terulang lagi ke depan, meskipun rehabilitasi tersebut merupakan kewajiban yang diatur dalam UU namun bukan berarti tindakan rehabilitasi menjadi celah bagi penegak hukum memanfaatkan hukum itu sendiri. "Karena tidak bisa dipungkiri dan diduga praktik rehablitasi merupakan satu upaya celah pelaku penyalahgunaan narkoba ataupun psikotrapika bebas dari jeratan hukum, meskipun keputusan kasus ini masih menunggu keputusan pengadil yakni majelis hakim," pungkasnya. BNN Provinsi Lampung merekomendasikan Sekda Tanggamus non naktif Muhklis dan dua rekannya Oktarika serta Doni Lesmana direhabilitasi atas dasar ketiganya merupakan korban bukan pengedar dan bandar. Langkah yang diambil BNN Lampung yang dikomandoi Kombes Sukamso diikuti Direktorat Narkoba Polda Lampung.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement