Responsive Advertisement
Proses Hukum Perzinahan ‘SDM Tinggi Moral Rendah’ Ditangani Propam Polda Lampung BANDARLAMPUNG, FS - Institusi Kepolisian Daerah (Polda) Lampung tercoreng oleh ulah oknum perwira menengah berpangkat AKBP yang dilaporkan atas dugaan perzinahan dengan seorang polisi wanita berpangkat Inspektur Dua dan kasusnya kini tengah ditangani oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung. Kasus tersebut mencuat serta menyita perhatian masyarakat mengingat pamen tersebut memiliki jabatan strategis yakni Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP F. Hal itu sangat disayangkan mengingat Polda Lampung kini sudah menyandang status tipe A namun harus diisi oleh seorang yang memiliki SDM tinggi tapi secara moral sangat rendah. Demikian disampaikan Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) Anshori, Rabu (1/2). Menurutnya kasus ini harus diproses secara adil dan transparan demi hukum. "Beliau ini kan Kasubdit II Krimsus Polda, seharusnya dapat lebih baik tapi ternyata SDM tinggi bermoral rendah. Nah kemudian itu yang membuat institusi ini merasa jadi kita dukung penuh penegakan hukumnya karena dia tertangkap tangan, tidak ada yang bisa meringankan. Disitu sisi proses kode etiknya harus jalan disisi lain juga diusut terkait dugaan perzinahannya," ujar Anshori. Ia berharap kasus asusila ini tidak terjadi dikemudian hari. Kasus delik aduan ini juga diminta tidak seperti kasus Bupati Katingan yang mengorbankan wibawa hukum dengan pelapor menarik laporannya sementara kasusnya sudah diketahui masyarakat luas. "Jangan sampai kasus ini seperti kasus Bupati Katingan, pelapor nantinya mencabut laporan sementara kasusnya sudah diketahui masyarakat Indonesia jadi jangan mengorbankan wibawa hukum. Kalau memang yang bersangkutan harus diturunkan pangkatnya atau diberhentikan ya harus sesuai prosedur dan hukum yang berlaku tapi jangan juga ada kepentingan tertentu," Papar dia Peristiwa ini meluas berawal dari penggerebekan Propam Polda Lampung yang diminta suami Ipda AN (Panit Subdit Reknata Ditreskrimum) yang pada malam ini bersama AKBP F dikamar 612 Hotel Pop Balam. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Perwira Akpol angkatan 2000 itu sebelumnya juga pernah melakukan perbuatan asusila serupa hingga sampai sidang disiplin dan kode etik saat berpangkat AKP. Saat itu ia menjabat Panit di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2011 silam namun tetap lolos Tes SESPIMMA dan ditugaskan di Polda Lampung. Terkait persoalan ini belum ada pernyataan resmi dari Polda Lampung. Kapolda Irjen Sudjarno juga belum menanggapi kasus ini. (WN) home Modus Wednesday, February 01, 2017

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement