Responsive Advertisement
KPKAD: Mukhlis Basri Direhabilitasi, Tutup Saja Dir Narkoba Polda Lampung Bandarlampung,FS- Tidak ditahannya Sekda Tanggamus, Mukhlish Basri terkait kepemilikan Pil Happy Five, saat ditangkap tangan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung di kamar hotel di Bandar Lampung, pada Sabtu (21/1) beberapa hari yang lalu menuai kecaman dari berbagai pihak. Koordinator Presedium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Gindha Ansori. Angkat bicara terkait penindaktegasan persoalan hukum di Provinsi Lampung. Menurutnya, Polda Lampung secara kelembagaan memang sudah siap menjadi Tipe A, tetapi secara Sumber Daya Manusia masih perlu peningkatan lagi dalam hal pelayanan hukum. “Jarang sekali terdengar kalau pengguna dari kalangan orang susah, rendah pendidikan dan status sosial mayoritas banyak yang divonis dibandingkan dengan yang direhab,” Bebernya kepada fajar sumatera, Minggu (5/2). Bahkan menurutnya, Bahwasanya hukum yang terjadi di Lampung diduga seakan menjadi alat lawan politik untuk menumbangkan kekuasaan dan citranya di depan masyarakat. “Untuk ini secara tidak langsung sukses, tetapi tidak untuk kepentingan selaku pemilik jenis piil happy five,” Terangnya. Dirinya menegaskan, Jika semua yang menyangkut pejabat yang menggunakan narkoba lalu proses hukumnya sama dengan beberapa kasus sebelumnya yakni dipentingkan rehabilitasinya dibandingkan penegakan hukum atas perbuatannya. “Maka saya sarankan ditutup saja Dir Narkoba Polda Lampung,”Tegasnya. Selain itu, sikap penegak hukum tidak sama soal narkoba, masih menggunakan kacamata kepentingan pribadi dan kelompok bukan kepentingan rasa keadilan masyarakat. “Hukum itu katanya memiliki asas equality before the law dimana sama didepan hukum, tetapi faktanya asas hukumnya sudah benar tetapi pelaksana asas hukum ini (penegak hukum) nya yang terkadang bermasalah dalam hal implementasi hukum,” Pungkasnya. Sebelumnya, Puluhan orang terdiri dari kaum ibu-ibu melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Lampung, Kamis (2/2) siang. Mempertanyakan terkait tidak ditahannya mantan Sekda Tanggamus Mukhlis Basri oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung. Mereka menilai ada tebang pilih dalam penegakan hukum terhadap penanganan kasus narkoba.Terlebih perbutaan yang dilakukan Mukhlis sebagai pejabat pemerintah sungguh memalukan dan mencoreng institusi pemerintahan. “Kenapa tidak ditahan, padahal banyak masyarakat yang membawa obat terlarang terbukti ditahan," tegas pendemo. Sementara, Direktur Narkoba Polda Lampung Kombes Abrar Tuntalanai mengatakan, hingga kini penyidik masih merampungkan berkas perkara Mukhlis cs agar bisa selesai. Ia menargetkan pelimpahan berkas Mukhlis cs ini bisa dilakukan Jumat (3/2). "Masih kami lengkapi, mudah-mudahaan Jumat (hari ini) bisa kita limpahkan, ke kejaksaan,terkait rekomendasi rehabilitasi, itu merupakan wewenang BNN, kalau rehab itu wewenang BNN," kata Abrar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung merekomendasikan mantan Sekretaris Daerah Tanggamus Mukhlis Basri menjalani rehabilitasi. dokter klinik BNN Lampung, Novan menyampaikan keputusan rehabilitasi bagi pemakai maupun korban narkoba dan psikotrapika, kata Novan, berdasarkan keputusan tim assesment terpadu (TAT) BNN, yang terdiri tim hukum dan medis, dan unsurnya dari kejaksaaan, BNN, serta penyidik Polri. "Keputusan rehab merupakan hasil keputusan tim TAT, bukan BNN saja, di situ ada jaksa, ada penyidik Polri, serta dua dokter dari BNN. Ini berlaku global bagi siapapun pengguna, pecandu, maupun korban narkoba dan psikotropika, wajib direhab," tegasnya. Ia menjelaskan, rekomendasi BNN terhadap tiga tersangka penyalahgunaan psikotropika hanya bahan pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara, dan rekomendasi rehabilitasi ini tidak bisa mengintervensi putusan majelis hakim. "Ini hanya sebagai bahan pertimbangan hakim memutuskan perkara, soal apakah nanti putusannya direhab atau dipidana itu hak majelis hakim, keputusan rehabilitasi yang dilakukan TAT ada tahapan dan tes yang harus dilalui bagi pecandu, pengguna maupun korban narkoba dan zat psikotrapika," Pungkasnya (dbs) Bandar Lampung home Modus Sunday, February 05, 2017

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement