Responsive Advertisement
Hotel Emersia Tempat Nyaman Pakai Narkoba Ilustrasi/Ist BANDARLAMPUNG,FS-Akademisi Hukum Universitas Bandarlampung (UBL), Gindha Anshori mendorong Pemerintah Bandarlampung agar memberi sanksi ke managemen Hotel Emersia yang dinilai tidak selektif dalam memilih pengunjung. Pasalnya, penggrebekan Polda Lampung saat mencockok sekda Tanggamus bersama PNS Dinas Bina Marga Pemprov Lampung, Oktarika dan rekan dalam satu kamar hotel dengan ditemukan barang bukti pil happy five jenis psikotropika. Managemen Hotel Emersia diduga telah melanggar izin pembangunan usaha yang seharusnya tidak diperuntukan untuk prostitusi ataupun transaksi narkoba. pasalnya, saat penggrebekan Polda Lampung mendapati Sekda Tanggamus, Muklis Basri tengah bersama teman wanita yang diketahui PNS dari DBM Pemprov Lampung, Oktarika dan dua orang pegawai swasta, Doni Lesmana serta Eddi Yusuf tengah berada dalam satu kamar hotel nomor 207. “Pemkot Bandarlampung melalui Badan Prizinan dan Penanaman Modal (BPMP) Bandarlampung, harus menegur pihak hotel Emersia. Pasalnya dikhawatirkan hal ini dapat terulang kembali, tapi kalau peringatan itu nantinya dilanggar terus, lama-lama harus ditutup juga. Tetapi semua tergantung dari Pemkot Bandarlampung apakah berani untuk seganas dalam mencabut izin usaha Hotel Emersia,” Kata Gindha, Senin, (23/1). Menurut Gindha, Managemen Hotel Emersia harus meningkatkan sisi keamanan dalam menerima pengunjung yang akan menginap dengan menerapkan prasyarat bagi calon pengunjung, seperti menunjukan KTP atau bukti nikah bagi pengunjung yang datang bersama lawan jenis. mau ketemu seseorang dihotel, maka keluar dengan menemui di lobi dan tidak boleh memasukan seseorang kedalam kamar. “Sisi keamanan ruangan itu perlu dicek, siapa yang masuk keruangan itu, dia bawa sesuatu atau tidak, bom atau apa, apa kepentingannya.Karena banyak tindak pidana seperti bunuh diri atau dibunuh di dalam hotel. Kalau seperti itu, terus siapa yang bertanggung jawab dari keamanannya, artinya mereka harus selektif dalam menerima pengunjung,” ujarnya. “Tapi kebanyakan pihak hotel hanya melihat dari sisi pendapatan dari para pengunjung yang menginap di hotel tersebut. yang penting w dapat duit dong, terserah diorang mau ngapain,” sindirnya. Contoh kasus penggrebekan Sekda Tanggamus, Muklis Basri yang ditangkap bersama teman wanita, Oktarika dalam satu kamar ini semestinya dapat dijadikan pelajaran guna meminimalisir penyalahgunaan narkoba yang berujung pada perzinahan. “ Menurut riset kawan-kawan, pil happy five jenis psikotropika bisa meningkatkan libido yang akan mengarah pada titik perzinahan atau perselingkuhan,. Narkoba bekerja sebagai pemantik kearah sana. Orang waras aja normal melihat cewek cantik, apalagi saat tidak waras,” ucapnya. Kendati demikian, permasalahan ini hanya bisa dibuktikan dengan dijawab oleh Sekda Tanggamus atau Oktarika. Karena sangat tidak lazim seorang pria dan wanita yang bukan status suami istri berada dalam satu kamar hotel.” ini urusan kedinasan atau tidak, apakah Oktarika ini istri muda pak Sekda atau bagaimana, selingkuhan atau apa. Ini yang bisa menjawabnya mereka sendiri, (Muklis Basri dan Oktarika),” pungkasnya. Terpisah, Nandi, salah satu warga Bandarlampung mengaku menyayangkan tempat penginapan di Kota Tapis Berseri diperuntukan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba atau prostitusi. “Yang saya ketahui selama tempat hiburan ataupun hotel memperbolehkan menerima tamu berlawanan jenis tanpa menanyakan status tersebut. Belum lagi waktu itu disalah pihak kepolisian juga pernah menangkap dua anggota DPRD Tanggamus di parkiran salah satu Hotel berbintang di Kota Tapis Berseri,” ujarnya. Oleh karena itu, pihak kepolisian semestinya dapat menggelar razia rutin setiap minggu atau bulan untuk setiap hotel di Kota Tapis Berseri. Pasalnya, penggrebekan dengan mencokok sekda Tanggamus bersama teman wanitanya dikhawatirkan dapat dijadikan referensi bagi kaula muda untuk melakukan penyalahgunaan narkoba ataupun perzinahan. “Berarti tingkat pengawasan hotelnya kan lemah. Bisa saja kedepan hotel tersebut dijadikan referensi kaula muda sebagai tempat untuk memakai narkoba ataupun perzinahan,” singkatnya. Ditempat berbeda, salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi Hotel berbeda di Kota Tapis Berseri, enggan namanya disebutkan membeberkan, bahwasanya dirinya tidak merasa asing dengan penggunaan narkoba di salah satu hotel. “Gak jauh dari tepat saya, sampah yang dibuang oleh tamu ke area luar hotel, dan itupun kebetulan ditemukan oleh pemulung sampah satu buah bong bekas pakai, dan setelah itu tidak tau lagi informasinya,” Tutup salah satu warga. (TIM) Berita Kota home Modus Monday, January 23, 2017

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement