Responsive Advertisement
Home » Lampung » Bandar Lampung Kebun dan Makam Keluarga Rusak, Harun Polisikan Sekuriti PT GGPC Jumat, 6 Januari 2017 18:25 Kebun dan Makam Keluarga Rusak, Harun Polisikan Sekuriti PT GGPC Laporan Wartawan Tribun Lampung : Romi Rinando TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Harun bin Ibrahim melaporkan pihak keamanan dan manaJemen PT. Great Giant Pineapple Company (GGPC) Terbanggi Besar Lampung Tengah ke Polda Lampung. Pasalnya perusahaan tersebut diduga melakukan perusakaan makam leluhur Harun dan tanam tubuh di kebun keluarga besar Harun di Umbul Ragun, Kampung Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan, Lampung Tengah. Ansori, kuasa hukum Harun mengatakan, insiden perusakan dilakukan dua kali, yakni pada Kamis 22 Desember 2016 sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu lahan Ibrahim didatangi sekelompok orang menggunakan sembilan mobil dan dua traktor dipimpin Nyoman. Mereka datang menggusur tanam tumbuh dan makam di atas lahan 2 hektare milik keluarga Ibrahim. Kemudian yang kedua, kata dia, pada 4 Januari 2017 kembali sekelompok sekuriti PT GGPC berpakaian lengkap berjumlah sekitar 40 orang di bawah pimpinan Nyoman kembali meratakan tanah yang sudah digusur pada 22 Desember lalu. Akibat penggusuran tersebut, sambung Ansori tanah seluas 2 hektare yang ditanam singkong, karet dan jengkol milik keluarga Harun Bin Ibrahim rusak dan hasilnya tidak bisa dinikmati. “ Selain merusak tanam tumbuh, pihak GGPC juga merusak makam keluarga Harun Bin Ibrahim yakni makam Tayib, makam Adam tanpa dipindah terlebih dahulu. Ini sangat melukai perasaan keluarga besar, makanya kami melapor ke Polda,” kata Ansori, Jumat (6/1/2017). Ansori menjelaskan, lahan seluas 2 hektare merupakan milik keluarga Ibrahim dengan dasar peta tahun 1972 bahwa lahan Umbul Ragun milik Keluarga Harun Bin Ibrahim, dan diakui sebagai tanah enklave yang dibuktikan peta PT. Ratih Mustika Sari selaku pengelola tanah sebelum PT GGPC. “Kami juga ada surat Kepala Kampung Banjar Ratu, Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah Nomor: 140/052/BR/XII/2015 Tanggal 16 Desember 2015, yang intinya Harun Bin Ibrahim memiliki lahan di Umbul Ragun yang berisi makam orangtua serta tokoh-tokoh masyarakat Umbul Ragun,” ungkap Ansori yang melapor dengan laporan polisi: LP/B-/3/I/2017/SPKT 5 Januari 2017. Kepala Sekuriti PT. GGPC Nyoman yang dikonfirmasi Tribun melalui sambungan telepon tidak diangkat meskipun aktif. Pesan singkat dikirim Tribun sekitar pukul 17.13 WIB belum juga dibalas. (rri)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement