Responsive Advertisement
Akademisi Minta APH Telusuri Proyek Jalan Tegal Mukti Proyek pengerjaan ruas jalan Tegal Mukti - Pagar Iman Kabupaten Waykanan. (Foto ist) BANDARLAMPUNG, FS – Akademisi Hukum Universitas Bandarlampung (UBL), Gindha Ansori mendorong aparat hukum agar menelusuri proyek pengerjaan pemeliharaan ruas jalan Tegal Mukti – Pagar Iman, Kecamatan Negeri Besar, Waykanan yang diduga dikerjakan oleh PT Buai Serunting Sakti milik anggota DPRD Waykanan berinisial HD dengan menelan anggaran sekitar Rp2,5 miliar pada 2016. Pasalnya, proyek pemeliharaan jalan itu tidak sesuai dengan spesifikasi dan telah melebihi masa kontrak kerja, dimana semestinya dapat selesai pada 2016 lalu. Namun, kenyataannya, PT Buai Serunting Sakti masih melanjutkan pengerjaannya pada 2017 yang diperkirakan baru dikerjakan sekitar 60 persen. Namun, pemda Waykanan telah mencairkan 100 persen dana tersebut. “Harusnya Dinas PU setempat dapat menegor sampai memutus kontrak kerjanya agar ada efek jera, kenapa pekerjaan tahun 2016 dikerjakan pada 2017. Karena semua pembangunan harus selesai sampai akhir Desember 2016 kemarin, jika tidak maka di buka lagi pada proses pelelangan tahun berikutnya. Kita juga mempertanyakan kenapa Dinas PU dan aparat hukum setempat bungkam dengan permasalahan ini,” kata Ginda, Minggu (22/1). Aparat hukum setempat semestinyadapat menegakan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku, tanpa adanya pandang bulu, meskipun proyek pemeliharaan jalan itu diduga milik anggota DPRD Waykanan berinisial HD. “mau dia presiden sekalipun yang mempunyai pekerjaan itu, harus tunduk pada aturan yang ada, jika tidak maka harus diselesaikan. Kan jadi malu dan terkesan aneh kalau proyek itu dikerjakan oleh anggota DPRD untuk melakukan pemeliharaan jalan di dapilnya sendiri. Kalau tidak sanggup jangan ikut tender gitu,” ucapnya. Oleh karena itu aparat hukum Waykanan agar segera menindaklanjuti permasalahan ini, karena, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2009 yang mengatur MPR, DPR, DPD dan DPRD, melarang anggota dewan main proyek. Sehingga dugaan keterlibatan beberapa legislator harus diproses berdasarkan mekanisme yang berlaku.”semua ada aturannya dan tidak boleh semau-mau,”ungkapnya. Dilain sisi, dirinya meragukan unsur pimpinan DPRD Waykanan dapat member sanksi terhadap oknum wakil rakyat yang diduga bermain proyek, “ Jeruk makan jeruklah namanya, mana ada rekan sejawatnya bisa makan rekan sejawatnya sendiri. Mau jadi banci, walaupun ada Badan Kehormatan (BK) juga tidak ada guna-gunanya,” sindirnya. Sebelumnya, Pekerjaan proyek peningkatan jalan atau rehab jalan lapen ruas Tegal Mukti – Pagar Iman, Kecamatan Negeri Besar, Waykanan yang diduga milik anggota DPRD setempat telah terjadi “lobi-lobi” antara pemerintah dan rekanan yang telah menelan anggaran 2016 sekitar Rp 2,5 miliar. Pasalnya, hasil pengerjaan proyek peningkatan jalan lapen diduga telah menyalahi aturan, seperti telah melebihi batas waktu kontrak dan tidak sesuai spesifikasi kontrak. Berdasarkan informasi yang dihimpun Fajar Sumatera, rekanan yang mengerjakan proyek peningkatan jalan atau perapat jalan lapen ruas Tegal Mukti – Pagar Iman, Kecamatan Negeri Besar, Waykanan seharusnya dapat selesai pada akhir Desember 2016 lalu. Namun, kenyataannya, saat ini, rekanan masih dalam tahap pengerjaan dan sebagian jalan yang telah diperbaiki itu kembali mengalami kerusakan. Akhirnya, masyarakat setempat merasa gerah akibat banyaknya proyek infrastruktur jalan yang baru seumur jagung diperbaiki atau dibangun tetapi kini rusak kembali. Penyebabnya adalah pengerjaan proyek dilakukan oleh pihak rekanan yang ditengarai dengan pengerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan. Akibatnya proyek yang telah menghabiskan uang Negara bernilai miliaran rupiah tersebut kini menjadi sia-sia. Karena, jalan itu kembali mengalami rusak parah dan hal tersebut membuat masyarakat di dua kampung di kecamatan Negeri Besar protes dan masyarakat setempat berencana akan melakukan aksi masa meminta agar rekanan yang mengerjakan proyek itu dapat bertanggung jawab. Bahkan, kabar yang santer terdengar, progres pekerjaan proyek yang diduga baru mencapai 60 persen, itu telah mengantongi 100 persen dana yang telah dicairkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Waykanan. “Bahkan pekerjaan minor nya pun, seperti siring pasangan yang baru dibangun diruas jalan itu, pun ambruk diterjang hujan. Penyebabnya tidak lain, karena dibangun asal jadi,”ujarnya. Berdasakan pantauan, proyek peningkatan jalan atau perapat jalan lapen ruas Tegal Mukti – Pagar Iman, Kecamatan Negeri Besar, Waykanan masih dalam pengerjaan namun sudah mengalami kerusakan. Bahkan diduga volume pekerjaan itu ada pengurangan ukuran dan telah terjadi penyempitan jalan serta kualitas hasil pengerjaan yang terbilang rendah. karena kurangnya perekat aspal yang di gunakan oleh rekanan dalam pengerjaan jalan tersebut Karna secara kasat mata ukuran jalan lebih kecil dari ukuran semula meski sudah banyak warga yang menegur rekanan, tapi kesannya seperti tidak di indahkan. (TIM) home Way Kanan Sunday, January 22, 2017

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement