Responsive Advertisement
Marak Proyek Langgar Spesifikasi, Rekanan Dikirim Surat Tuntutan 24 Oktober 2016 Steven Way Kanan AddThis Sharing Buttons Share to TwitterShare to PrintShare to FacebookShare to EmailShare to More Foto Ilustrasi Way Kanan (Lentera SL): Banyak dapatkan laporan masyarakat atas buruknya pengerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Way Kanan yang diduga tidak sesuai spesifikasi, Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung melayangkan surat klarifikasi kepada pihak rekanan. Koordinator Presidium KPKAD Lampung, Anshori mengatakan, surat yang telah dilayangkan tersebut diantaranya kepada Direktur PT. Buana Permai Jaya, Direktur PT. Purna Bhakti Abadi dan Direktur CV. Master. Ia menambahkan, surat yang dibuat pada 22 Oktober 2016 kemarin itu telah ditembuskan kepada Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya dan Ketua DPRD Nikman Karim. Hal itu merujuk laporan warga Kampung Negeribesar. Dimana ketiga perusahaan itu disebutkan, telah mengerjakan pekerjaan pembangunan jalan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. “Berdasarkan laporan masyarakat bahwa masing-masing perusahaan yang diberikan surat tersebut, terdapat beberapa indikasi yang mengarah pada dugaan tidak sesuai spesifikasi. Akibatnya akan menimbulkan adanya temuan BPK RI, dan bisa mengarah pada tindak pidanan korupsi,” ujar Ansori kepada awak media, Senin (24/10) siang. Adapun beberapa indikasi yang dilaporkan itu, diantaranya pekerjaan pembangunan jalan di Negeribesar-Negerijaya yang dikerjaan PT Buana Permai Jaya dengan nilai kontrak anggaran Rp 9.120.440.000. Indikasi yang mengarah kepada tidak sesuainya spesifikasi itu yakni seperti ketebalan cor gorong-gorong yang tidak mencapai 20 centimeter (cm). Kemudian pemasangan batu pada gorong-gorong tidak sesuai ketebalan 30 cm. Lalu penulangan plat pada gorong-gorong hanya dipasang satu lapis, padahal seharusnya terdapat dua lapis besi sehingga mampu menopang beban seberat 25 ton. Selanjutnya, sambung Anshori, masyarakat juga melapor atas pekerjaan pemeliharaan jalan Negeribesar-Simpang Kaliawi Indah yang dikerjakan PT Purna Bhakti Abadi, dengan nilai kontrak Rp 4.661.760.000. Dalam pekerjaan ini diduga dilakukan asal-asalan, diantarnya pengecoran gorong-gorong dengan ketebalan kurang dari 20 cm, pemasangan batu pada gorong-gorong tidak sesuai ketebalan 30 cm, penulangan plat pada gorong-gorong hanya dipasang satu lapis besi yang seharusnya terdapat dua lapis. Kemudian, banyak saluran drainase/siring (existing) rusak dan ditimbun tanah akibat penggunaan alat berat motor greder yang asal-asalan. Ditambah lagi sulit membedakan antara agregat kelas A dan B. Bahkan adanya dugaan penawaran/pemenang lelang tidak sampai dua persen. “Sedangkan untuk CV. Master atas pekerjaan pemeliharaan jalan Bima Sakti–Tiuh Baru, dimana pekerjaan dengan pagu anggara Rp1.200.000.000 dengan nilai kontrak Rp1.194.298.000, ini menuai indikasi pekerjaanya yang juga asal-asalan,” jelas Ansori. Indikasi asal-asalan dimaksud, lanjut dia, tidak dilakukanya pembentukan bahu jalan dan pengupasan, serta pembersihan semak daminya mengunakan alat berat berupa motor grader. Selanjutnya, mengenai lapisan lelford (ondrlahgh) tidak menggunakan batu 10/15, namun diganti dengan base B (terjadi perubahan). “Dengan surat ini kami minta agar perusahaan dan rekanan bisa kembali memperbaiki pekerjaan tersebut, dan mengerjakanya sesuai spesifikasi. Jika hal ini tidak diindahkan, KPKAD akan turun kelapangan dan berdasarkan temuan tersebut akan dibawa keranah hukum atas dasar adanya penyimpangan anggaran,” tutupnya. (Saleh)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement