Responsive Advertisement
KPKAD Lampung: Beri Sanksi Moral Kepsek SDN Bumi Jaya Bongkar Post 7:45:00 AM Bagikan ke: URL Lampung Selatan, BP Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung menagih janji pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan untuk memberikan sanksi tegas kepada Kepala Sekolah SDN Bumi Jaya, Suprapti, S.Pd. Meskipun diketahui yang bersangkutan telah mengembalikan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa penerima bantuan. “Ya, tetap harus ada sanksinya, karena ini harus ada efek jeranya, kalau tidak maka kejadian serupa bisa terjadi kembali. Ini baru yang ketahuan ada potongan, jika tidak ketahuan bagaimana,” ujar Ansori, Koordinator KPKAD saat dihubungi, Senin (12/12/2016) malam. Dikatakan Ansori, secara pidana, memang persoalan ini lemah untuk ditindaklanjuti. Namun paling tidak untuk memberikan pelajaran dan efek jera kepada kepala sekolah tersebut, juga kepada kepala sekolah lainnya, maka harus ada sanksi berupa sanksi moral. “Pihak Inspektorat kan sebelumnya pernah menyatakan akan memberikan sanksi kepada kepala sekolah tersebut, apakah itu pemecatan atau penurunan pangkat, atau dipindahkan. Yang jelas jangan didiamkan saja, meski sudah mengembalikan, artinya malah jelas bahwa yang bersangkutan memang melakukan kesalahan dalam penggunaan anggaran bantuan,” jelasnya. Selanjutnya, setiap dana bantuan yang digulirkan pemerintah pusat selalu ada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) nya, itu yang harus jadi acuan pihak sekolah. “Juklak juknis jangan diabaikan, Jangan untuk alasan administrasi atau “jemput bola” bantuan, lha wong itu dana untuk siswa tidak mampu kok ya dipotong, kalau perlu mah malah ditambah,” tandasnya. Sebelumnya, pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Selatan sempat menyatakan akan terus memproses kasus pemotongan dana bantuan PIP ini di SDN Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Lamsel ini. Syahlani, Kepala Inspektorat mengatakan bahwa proses hukum dan sanksi terus berjalan. “Sanksinya bisa berupa penurunan pangkat, hingga ke pemecatan sebagai sanksi terberatnya,” ungkap Syahlani, beberapa waktu lalu. Diketahui sebelumnya, oknum Kepsek SDN Bumi Jaya, Suprapti, S.Pd yang diduga memotong dana Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp200 ribu per siswa, akhirnya terkuak, dengan mengembalikan potongan dana PIP tersebut ke 25 orang siswa penerima dana PIP tersebut Bahkan, KUPT Pendidikan Candipuro dan para walimurid penerima bantuan dana PIP, beserta komite sekolah, menjadi saksi pengembalian sisa dana PIP yang dipotong pihak SDN Bumi Jaya. "Yang jelas sudah dipulangkan oleh Kepala SDN Bumijaya ke 25 siswa penerima dana PIP, pada Rabu (16/11) lalu. Bahkan, saya sendiri hadir dan turut menyaksikan pengembaliannya,” ujar KUPT Pendidikan Kecamatan Candipuro, Suwandi, Kamis (17/11) lalu. Menurutnya, upaya pemulangan potongan dana tersebut, selain keinginan Kepala Sekolah SDN Bumijaya, juga merupakan instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lamsel. "Perintah Pak Kadis suruh pulangkan, alhamdulillah semua sudah beres, mudah - mudahan masalah ini tidak berkepanjangan," harapnya. Ia juga menjelaskan, terkait hal ini dirinya mengaku sudah me-warning kepada seluruh kepala SDN yang ada di Candipuro agar kejadian serupa tidak terulang kembali, seperti yang terjadi di SDN 1 Bumijaya. "Saya juga sudah memberikan peringatan kepada kepala SDN lainnya, jangan sampai terjadi dengan kepala SDN lainnya," ujar dia. Diketahui, dari total dana yang seharusnya diterima siswa Rp450 ribu, siswa hanya menerima Rp250 ribu. Sedangkan sisa dana yang dipotong dengan alasan administrasi Rp50 ribu, dan uang pembangunan Rp150 ribu. Hal itu terungkap dari surat pernyataan yang ditandatangani sejumlah walimurid SDN Bumi Jaya, berinisial J, R dan S, yang diterima redaksi Bongkar Post, pada Minggu (13/11) malam. Dalam surat pernyataan tersebut, walimurid mengaku keberatan atas potongan dana PIP yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah SDN Bumi Jaya, Suprapti. Namun saat dikonfirmasi, Suprapti, Kepala Sekolah SDN Bumi Jaya, sempat menyangkal. Dikatakan Suprapti, apa yang disampaikan oleh sejumlah walimurid tidak benar. “Itu tidak benar, saya tidak memotong dana PIP,” kilahnya, sambil menutup sambungan telepon. (red/habibi) Label: Headline293

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement