Responsive Advertisement
Ekspektasi Rakyat Hancur di Kepemimpinan Ridho-Bakhtiar By ZonaLampung 17 Apr 2016, 22:35:14 WIB Dibaca 43 Kali Bandar Lampung Ekspektasi Rakyat Hancur di Kepemimpinan Ridho-Bakhtiar ZONALAMPUNG.COM – Keharmonisan pasangan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo Wakilnya Bakhtiar Basri disinyalir renggang. Akibatnya, sistem birokrasi yang berlangsung di Pemprov Lampung menjadi terhambat. Bahkan, perbedaan pola pikir, dan perbedaan usia serta pengalaman dalam menata birokrasi ternyata memberikan ruang dan jarak dalam memimpin Provinsi Lampung ini. Demikian dikatakan Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Ansori, dalam rilisnya yang diterima inilampung.com, Senin (29/6). “Isu dan desas-desus diluaran terkait kurang harmonisnya hubungan antara gubernur dan wakil gubernur saat ini menjadi rumor yang kurang sedap. Akibatnya, program yang mestinya sudah dijalankan menjadi terbengkalai,” katanya. Menurutnya, masyarakat Lampung ini memilih pasangan Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur punya harapan besar supaya Lampung ini bisa lebih cepat maju. Namun faktanya, lanjutnya, sudah satu tahun memimpin Lampung ini belum ada perubahan yang ditunjukan oleh pasangan tersebut. Malah yang terjadi, kata dia, hanya melakukan roling roling pejabat saja. Dan diindikasikan dalam roling tersebut guna mengisi kroni-kroninya. “Harapan itu buyar, karena program yang dijalankan hanya rolling-rolling pejabat saja. Dan itu diduga porsinya ‘kicut’ alias tak saling akomodir kepentingan dan orang-orang gubernur dan wakil Gubernur,” ujarnya. Ditambahkannya, akibat Gubernur yang terkesan arogan, yang tidak memberikan porsi kepada Wakil Gubernur dalam mengisi pos pos strategis di struktur pemerintahan membuat Wakil Gubernur Lampung ini kecewa. “Gubernur ini keliatannya terkesan arogan dalam menentukan siapa saja yang menduduki jabatan atas rolling-rolling yang dilakukannya. Hal inilah membuat wakil Gubernur Bakhtiar kecewa alias ngambek karena, tidak diberi porsi orang orangnya Wagub yang ikut berjuang memenangkan saat Pilgub dulu,” ucapnya. Mestinya, tambahnya, sebagai kepala daerah harus sama sama melangkah dalam membangun Lampung. Hal sama juga saat menempatkan orang orang terdekatnya supaya dapat mengamankan kebijakan yang dijalankan. “Asumsi bahwa ketika memasukkan orang-orang terdekat dalam birokrasi itu biasa dan lazim untuk mengamankan kebijakan yang baik dan sekaligus mengamankan dan melegalkan kebijakan tak pro rakyat termasuk korupsi,” katanya. Akibat adanya hubungan yang tidak harmonis tersebut, kata dia, juga adanya bagi bagi jatah proyek APBD yang tidak seimbang. Sehingga hal ini memunculkan oknum-oknum calo paket proyek dengan mematok setoran 20 persen setiap satu paketnya. “Kalau praktik seperti ini terus tumbuh subur, maka program pembangunan yang dari awal sudah ditetapkan akan gagal, karena birokrasinya juga tersumbat. Bukannya bagaimana memajukan Lampung tapi yang terjadi adalah kepentingan sesaat,” tandasnya. (LIS/WS/IL) - See more at: http://inilampung.com/ekspektasi-rakyat-hancur-di-kepemimpinan-ridho-bakhtiar/#sthash.FCRNZZh7.dpuf

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement