Responsive Advertisement
Tak Sesuai Spesifikasi, KPKAD Surati Rekanan Proyek Jalan Way Kanan Senin, 24102016 Koordinator Presidium KPKAD Lampung, Ansori, SH., MH WAYKANAN, FS - Banyak dapatkan laporan masyarakat atas pengerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Way Kanan Lampung yang diduga tidak sesuai spesifikasi, ahirnya Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung, turun tangan. Koordinator Presidium KPKAD Lampung, Ansori, SH., MH., mengatakan kini dirinya telah melayangkan surat berupa teguran peringatan agar pekerjaan sesuai spesifikasi kepada sejumlah perusahaan yakni, Direktur PT. Buana Permai Jaya, Direktur PT. Purna Bhakti Abadi dan Direktur CV. Master. Ansori menunjukan, surat teguran yang dibuat pada 22 Oktober 2016 lalu dengan nomor 2085/B/KPKAD/LPG/X/2016- kini juga telah ditembuskan kepada Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya dan Ketua DPRD Way Kanan, Nikman Karim, atas teguran dari laporan masyarakat Kampung Negeri Besar, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan. Dimana menurut Ansori, ketiga perusahaan yang disebutkan diatas diduga telah mengerjakan pekerjaan pembangunan jalan Kabupaten Way Kanan APBD 2016 tidak sesuai spesifikasi. “Berdasarkan laporan masyarakat bahwa masing-masing perusahaan yang diberikan surat teguran tersebut terdapat beberapa indikasi yang mengarah pada dugaan pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi. Akibatnya akan menimbulkan adanya temuan BPK RI dan yang dapat juga mengarah pada tindak pidanan korupsi,”ujar Ansori, Senin (23/10). Ansori menjelasakan, adapun beberapa indikasi yang dilaporkan tersebut, untuk pekerjaan pembangunan jalan di Negeri Besar-Negeri Jaya Kabupaten Way Kanan, yang dikerjakan rekanan menggunakan jasa PT. Buana Permai Jaya dengan pagu anggaran Rp9.250.000.000,00. Nilai kontrak Rp9.120.440.000.00, diduga pengerjaannya asal-asalan. Diantaranya, disebutkan Ansori, seperti cor gorong-gorong keteblan tidak sampai 20 cm, pasangan batu pada gorong-gorong tidak sesuai ketebalan 30 cm, penulangan plat pada gorong-gorong hanya dipasang satu lapis besi seharunya 2 lapis besi sehingga mampu menompang beban 25 ton. Selanjutnya, sambung Dosen Hukum Universitas Lampung itu, masyarakat juga melaporkan atas pekerjaan pemeliharaan jalan Negeri Besar- Sp. Kaliawi Indah yang dikerjakan mengunakan jasa PT. Purna Bhakti Abadi, dengan pagu anggaran Rp4.750.000.000.00, Nilai Kontrak Rp4.661.760.000.00, yang diduga pengerjaanya juga asal-asalan tidak jauh berbeda dari pekerjaan PT. Buana Permai Jaya. Salah satunya seperti, cor gorong-gorong keteblan tidak sampai 20 cm, pasangan batu pada gorong-gorong tidak sesuai ketebalan 30 cm, penulangan plat pada gorong-gorong hanya dipasang satu lapis besi seharunya 2 lapis besi sehingga mampu menompang beban 25 ton. Kemudian banyak saluran drainase/siring (existing) rusak dan ditimbun tanah akibat penggunaan alat berat motor greder yang asal-asalan. Ditambah lagi sulit membedakan antara agregat kelas A dan B. Bahkan adanya dugaan penawaran/pemenang lelang tidak sampai 2%. “Sedangkan untuk CV. Master atas pekerjaan pemeliharaan jalan Bima Sakti – Tiuh Baru, dimana pekerjaan dengan pagu anggara Rp1.200.000.000.00 dengan nilai kontrak Rp1.194.298.000.00 menuai indikasi pekerjaanya yang juga asal-asalan,”ucap Ansori, dengan menjelaskan indikasi asal-asalan tersebut yakni, tidak dilakukanya pembentukan bahu jalan dan pengupasan serta pembersihan semak daminja mengunakan alat berat berupa motor grader. Selanjutnya, mengenai lapisan lelford (ondrlahgh) tidak menggunakan batu 10/15 diganti dengan base B (terjadi perubahan). “Dengan Surat teguran ini kami minta agar perusahaan dan rekanan bisa kembali memperbaiki pekerjaan tersebut dan mengerjakanya sesuai Spesifikasi. Jika hal ini tidak diindahkan KPKAD akan turun kelapangan dan berdasarkan temuan tersebut akan dibawa keranah hukum atas dasar adanya penyimpangan anggaran,”ancam Ansori. (MS)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement