Responsive Advertisement
Soal PDAM, Wallikota Gagal Paham Pelita Nusantara, Minggu 2 Oktober 2016 Dirut PDAM Way Rilau AZP Gusti Migo BANDARLAMPUNG-Perpanjangan masa jabatan Direktur Utama (Dirut) PDAM Way Rilau, AZP Gusti Migo oleh Dewan Pengawas terus menuai kritik berbagai pihak, Walikota Bandar Lampung, Herman HN selaku pemangku kebijakan dinilai memiliki keterbatasan dalam memahami Permendagri 02 tahun 2007 dan Perda Kota Bandar Lampung nomor 05 tahun 2013 tentang batasan usia. “ Seharusnya Walikota memenuhi prosedur pengangkatan ini berdasarkan peraturan, kalau kemudian terbatas dalam memahami hukum bukankah ada bidang hukum dan staf ahli bidang hukumnya Itu gunanya mereka digaji oleh Negara, bukan cuma manjangin dasi namun tidak bisa membaca aturan,”tegas Ketua Presidium Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD), Anshori, Minggu 2 Oktober 2016. Anshori mengatakan, beberapa tahun sebelumnya, KPKAD telah mengingatkan Pemkot Bandar Lampung agar Dirut PDAM, AZP Gusti Migo diberhentikan namun tetap saja Dewan Pengawas mempertahankannya. Dengan adanya persoalan tersebut,imbuhnya, mengindikasikan ada pemufakatan jahat yang akan dilakukan oleh Pemkot dan PDAM yang mengarah kepada kejahatan anggaran. “ Ini jelas kesalahan administrasi yang mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) sehingga perlu dilakukan audit terhadap penggunaan anggaran di PDAM selama ini, terutama setelah jabatan tersebut diduduki dan dijabat secara melawan hukum,”jelas Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL). Senada, Pakar Hukum Universitas Lampung (Unila), HS Tisnanta menjadi bukti jika Kota Bandar Lampung minim Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menduduki jabatan tersebut dan sebagai modus Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung untuk mensiasati dana APBD dengan dalih penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “BUMD sering menjadi sebuah instrumen untuk mengambil dana APBD dengan dalih dana penyertaan modal dan perusahaan daerah itu tiap tahun mendapat gelontoran dana yang tidak sedikit, ini yang menjadi pertanyaannya kenapa Pemkot demikian bersikeras memperpanjang masa jabatan itu, apalagi perpanjangan masa jabatan Dirut PDAM itu sudah kesekian kalinya,”kata Tisnanta. Tisnanta mengaku heran dengan perpanjangan masa jabatan Gusti Migo, alasannya selama menjabat sebagai Dirut tidak ada prestasi luar biasa justru banyak keluhan masyarakat mengenai buruknya pelayanan PDAM. Sejatinya sebagai BUMD,sambung Tisnanta, PDAM Way Rilau sudah mendapat keuntungan dari pelanggan dan tidak lagi ketergantungan dengan dana penyertaan modal saja. Apabila dilihat dari intensitas kerja, seharusnya PDAM Way Rilau selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sudah mendapat keuntungan ataupun pemasukan sendiri dari para pelanggan. Namun dalam prakteknya sering kali kinerja PDAM dikelukan masyarakat terkait buruknya pelayanan. “ Aturan seperti apa yang menjadi acuan Pemkot itu dengan memperpanjang jabatan Gusti Migo, kalau saya amati tidak ada prestasi luar biasa selama dia menjadi Dirut, semestinya PDAM itu sudah bisa mandiri dan sehat dan disini terbukti jika fungsi dewan pengawas DPRD Kota Bandar Lampung tumpul,”tegasnya. Dia menegaskan, secara teknis, kedua regulasi mengenai akhir masa jabatan telah diatur dalam Permendagri 02 tahun 2007 dan Perda Kota bandar Lampung nomor 05 tahun 2013 yakni usia Dirut tidak melebihi 60 tahun, ketika Dewan Pengawas kembali memperpanjang masa jabatan itu otomatis publik akan menduga ada konspirasi yang akan dibangun guna mensiasati dana penyertaan modal yang ada di APBD perubahan saat ini. “ Sangat miris jika DPRD Bandar Lampung tidak mengeluarkan rekomendasi agar SK perpanjangan itu dianulir, jika legislatif tetap diam itu terindikasi ada komitmen yang sengaja dibangun dan itu tentu saja lebih mengarah kepada apa yang mereka dapatkan jika perpanjangan masa jabatan itu tidak menjadi persoalan bagi DPRD dan Itu sudah rumusnya para elit politik yang duduk di kursi wakil rakyat itu,” ungkapnya.(BP)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement