Responsive Advertisement
PT KAI Tetap Tolak Berikan Ganti Rugi Ada 875 bangunan di jalur rel kereta api dari Panjang hingga Way Tuba, Lampung, yang ditertibkan. 18 Februari 2014 15:10 ‬Syafnijal Datuk Sinaro‪ Nusantara dibaca: 2130 inShare Dok / semboyan35.com Ilustrasi. ‪‪BANDARLAMPUNG - ‪‪Menyikapi tuntutan warga pinggiran rel kereta api yang menolak penggusuran, pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) secepatnya akan berkordinasi dengan kantor pusat. Namun, PT KAI menolak memberikan ganti rugi terkait penggusuran bangunan di sepanjang jalur rel kereta api, khususnya yang berada dari Panjang, Bandarlampung, hingga Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.‬‬ ‪‪Humas PT KAI Tanjungkarang Muhaimin mengatakan, secepatnya pihaknya akan berkordinasi dengan kantor pusat PT KAI di Bandung mengenai rencana penggusuran rumah warga di sekitar rel kereta api tersebut. ‪‪"Nantinya terdapat sebanyak 875 bangunan yang akan ditertibkan. Penertiban ini guna kelancaran jalur rel kereta api. Kami tidak akan memberikan kompensasi terhadap bangunan yang terkena penertiban, baik yang ada di sisi kanan dan kiri, " kata dia di kantor KAI Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa (18/2).‬‬ Senin (17/2) siang, puluhan massa yang tergabung dalam Posko Pengaduan Penggusuran PT KAI Tanjungkarang menggelar demonstrasi di depan kantor PT KAI Tanjungkarang. Mereka keberatan atas rencana pembongkaran bangunan dan menuntut kompensasi dari perusahaan pelat merah ini. Di tempat terpisah, Ketua Komisi Pengawasan Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD) Ginda Ansori mengatakan, pihaknya menyayangkan rencana penggusuran yang akan dilakukan pihak PT KAI. "Kami menyayangkan rencana PT KAI yang tidak memberikan ganti rugi sama sekali. Itu sangat kejam, apalagi bangunan yang akan ditertibkan tidak sedikit, seharusnya PT KAI bisa memberikan ganti rugi," kata dia. Senada, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Imer Darius juga menyayangkan sikap PT KAI yang tidak memberikan ganti rugi sepeser pun kepada warga yang terkena penggusuran. “Seharusnya PT KAI bisa lebih bijak menanggapi persoalan seperti ini dan bisa memberikan jalan terbaik untuk warga sekitar yang tinggal di pinggiran rel, baik yang berada di sebelah kanan maupun sebelah kiri,” kata dia. Sumber : Sinar Harapan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement