Responsive Advertisement
Akademisi UBL: CV. Putrasalim Celesindo Bandarlampung Harus Taat UU Tenaga Kerja Surya andalas.com, 3 Oktober 2016 Gindha Ansori Wayka Bandarlampung- Kebijakan management CV. Putrasalim Celesindo Bandarlampung menahan ijazah dan diduga tidak membayar upah lembur karyawannya tuai kecaman. Sejatinya setiap pengusaha yang membuka usaha di daerah itu, harus taat pada aturan yang berlaku. Kasat mata, Akademisi dari Universitas Bandar Lampung (UBL), Gindha Ansori Wayka menilai, dugaan pelanggaran UU Tenaga kerja yang dilakukan CV. Putrasalim Celesindo, pertama, adanya unsur kesengajaan dari perusahaan dalam menerapkan persyaratan dan tata kerja dalam perusahan tersebut. Seharusnya kata dia, setiap orang (pengusaha) yang membuka suatu perusahaan harus memahami betul tentang mekanisme pembentukan perusahaan. "Berikut regulasi yang mengatur sebuah perusahaan," ujar Ansori, Senin (03/09/2016). Kemudian kata dia, ketika perusahaan sudah memahami regulasi, maka bisa diyakini bahwa tidak akan ada pihak yang akan memaksa untuk bekerja di luar jam kerja. "Tanpa dihitung misalkan, jam lembur," ungkapnya. Koordinator Presidium KPKAD ini menambahkan, soal kebijakan CV. Putrasalim Celesindo yang melakukan penahanan ijazah pada pekerjanya itu sudah menjadi rahasia umum, bahwa beberapa perusahaan menahan ijazah pekerjanya. "Bukankah ada ketentuan mekanisme pengangkatan karyawan," kata Dosen Hukum UBL ini. Dampak dari dilakukannya penahanan ijazah pekerja, ada kekhawatiran si pekerja tidak dapat pekerja karena mungkin dengan menahan ijazah memaksa pekerjanya tidak bisa mendaftar di perusahaan lain tatkala ada kesewenangannya di tempatnya bekerja. Kemudian lanjut dia, pola-pola yang diterapkan perusahaan(CV. Putrasalim Celesindo) seperti ini(menahan ijazah) menjadi hal yang tak lazim. "Dan bertentangan dengan hak azasi manusia untuk menentukan hidupnya di masa mendatang," tegasnya. "Menahan ijazah pekerja bukan solusi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Tapi dapat dipandang sebagai pelanggaran terhadap hak hidup orang lain untuk meningkatkan taraf hidupnya," ungkapnya. Disinggung apa sebab masih ada dugaan pengusaha nakal yang diduga tak taat aturan jam kerja? Ansori menilai, di sini juga ada peran pemerintah terutama dinas(Disnaker) atau instansi yang membawahi tenaga kerja. Disnaker kata dia, harus mengevaluasi perusahaan-perusahaan yang menerapkan regulasi yang tidak lazim. "Dan cenderung melanggar hak azasi manusia," ujarnya. Disinggung soal pernyataan Owner CV. Putrasalim Celesindo, Boyke Lim yang menyebut telah berkoordinasi dengan Disnaker soal jam kerja dan upah? Namun Disnaker membantah?. "Jikalau Kadisnaker-nya membantah artinya ada oknum dinas yang bersangkutan yang diduga bermain mata dengan perusahaan dan perlu diusut oleh Kadisnaker-nya," ungkapnya. "Kalau tidak yang bersangkutan artinya orang lain di dinas tersebut yang menjadi oknumnya dan ini harus diberantas," tukasnya. Diketahui, CV. Putrasalim Celesindo yang terletak di kelurahan Lebak Haur, kecamatan Campang Raya di Jalan Soekarno Hatta(By Pass) KM 9 No 88 itu mendapat 'perlawanan' dari beberapa karyawannya. Karena ditengarai menyalahi UU Tenaga Kerja, baik jam kerja dan upah. Owner CV. Putrasalim Celesindo Bandarlampung, Boyke Lim mengatakan setiap tindakan perusahaan sudah diketahui dengan Disnaker, kemudian kata dia, soal penahanan ijazah karyawan, pihaknya juga telah mencantumkan kerjasama atau aturan di dalam kontrak kerja bermaterai. Boyke mengatakan, jika karyawannya tidak ada utang atau tindakan kriminal atau ada pekrjaan yang fiktif pihaknya akan mengembalikan ijazah. "Dan untuk posisi tertentu kita simpan BPKB. Kami tidak menahan BPKB" kilahnya. Kadisnaker Bandarlampung Saad Asnawi menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan anjuran yang salah. "Bohong CV. Putrasalim Celesindo mengaku sudah koordinasi ke kita soal jam kerja dan upah yang enggak sesuai," ungkapnya. "Kami tidak pernah anjurkan yang salah. Kami tegakkan aturan UU yang berlaku," tegasnya. Baca juga: CV. Putrasalim Celesindo Bandarlampung Diduga Langgar UU Ketenaga Kerjaan

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement