Responsive Advertisement
2016-10-27 12:05:36 Dikepung Rekanan, Djoko Nginap di Polda BANDARLAMPUNG News - Puluhan rekanan yang diantaranya telah menyetorkan sejumlah uang fee dan setoran Proyek bernilai 14 miliar, menunggu Djoko Prihartanto, pengepul setoran yang diperiksa di Polda Lampung. Para rekanan itu berkumpul didepan ruangan penyidik, tempat Djoko dilakukan pemeriksaan. Djoko menjalani pemeriksaan, Rabu (26/10) sejak pukul 10.00 dan hingga pukul 14.50 Wib, tidak juga keluar dari ruang pemeriksaan. Padahal, biasanya seperti pada pemeriksaan tersangka Farizal Badri Zaini, setiap pukul 12.00 wib, pemeriksaan dihentikan sementara untuk menunaikan sholat dzuhur dan makan siang. Tetapi dalam pemeriksaan terhadap Djoko Prihartanto, yang hanya sebagai saksi pelapor, hingga sore, tidak juga nampak keluar ruangan, meski hanya hanya untuk makan dan buang air kecil. Para rekanan enggan banyak bicara terkait tujuan mereka datang ke Polda Lampung. Sumber lain menyebutkan kedatangan mereka mayoritas ingin menanyakan kepastian uang mereka kembali. Hingga berita ini di turunkan, para rekanan termasuk diantaranya terdapat senior dalam dunia rekanan, Hi Sangsang, yang didampingi kuasa hukumnya, Ginda Ansori, dan para awak media masih menunggu Djoko Prihartanto kelauar dari ruang pemeriksaan. Sementara Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung, Kombes Pol. Zarialdi menyatakan masih menunggu keputusan Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Sudjarno, terkait surat keberatan atas penahanan, dan penangguhan penahanan terhadap mantan Kabiro Perekonomian Pemda Lampung, Farizal Badri Zaini tersangka fee proyek bernilai 14 miliar. “Mengenai surat keberatan penahanan, tahanan kota atau penangguhan penahanan, terhadap tersangka Farizal Badri Zaini yang disampaikan oleh kuasa hukum tersangka kepada Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Sudjarno, ya hingga saat ini kita belum mendapat jawaban atau perintah, dari Kapolda,” kata Zarialdi saat di hubungi melalui via telepon, pada Rabu (26/10) siang. Menanggapi, alasan permohonan penangguhan penahan yang menyatakan akan selalu kooperatifnya menjalani pemeriksaan, tidak akan melarikan diri, dan tidak menghilangkan barang bukti, dan tersangka masih bersatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang masih menerima gaji. Zarialdi, menyatakan bahwa hal itu adalah hak tersangka, dan kuasa hukumnya yang juga diatur dalam undang undang. “Hal itu boleh saja di lakukan oleh tersangka melalui kuasa hukumnya, karena memang ada kemungkinan permohonan penangguhan penahanan tersebut bisa di kabulkan oleh Kapolda Lampung. Untuk itu, jika memang benar surat itu telah disampaikan oleh pengacara kepada Kapolda, pihaknya tinggal menunggu saja apa keputusan atau jawaban yang akan di sampaikan Kapolda. Dan Kapolda memiliki kewenangan untuk itu,” katanya. Benny N A Puspanegara pengacara tersangka Farizal Badri Zaini mengatakan, pihaknya masih menunggu jawaban dari Kapolda Lampung. Selain itu, tim akan berencana bertemu langsung dengan Kapolda. “Saat ini Kapolda Lampung, sedang berada di daerah, kita akan menunggu Kapolda kembali,” katanya. (rob/jun)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement