Responsive Advertisement
Bongkar Post 1:09:00 PM 22 Agustus 2016 Bandar Lampung, BP Sejumlah proyek Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) jadi sorotan. Ditengarai sarat korupsi, realisasi pekerjaan asal jadi. Yakni, pembangunan Embung Sukoharjo IV yang dikerjakan oleh CV. Xena Perdana dengan nilai Rp642.235. 000, pembangunan Embung Fajar Baru yang dikerjakan oleh CV. Galih Pratama Jaya dengan nilai Rp996. 455. 000. Berdasarkan hasil investigasi LSM Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (L@PAKK) dan Pusat Studi Kajian Korupsi (PUSAKI) Lampung, pekerjaan tampak asal-asalan, dimana susunan batunya tidak rapih, tidak ada tanaman penghalang tebing, pembuatan tangga atau semen siring yang asal terpasang. “Pekerjaan ini tidak bermutu dan dikerjakan tidak profesional, pemborongnya jelas untung besar," tandas Nova Handra, Ketua LSM L@PAKK, Minggu (21/8/2016). Proyek lainnya, yang diduga pula sarat korupsi, yakni rehabilitasi Tanggul Sungai Way Tipo (lanjutan) yang dikerjakan PT. Delima Intan Abadi dengan nilai Rp3.565.954.800, dan pembangunan Tanggul Tambak Boyo (lanjutan) yang dikerjakan PT. Trampil Bina Sentosa dengan nilai Rp7.406.166.000. Pada kedua proyek tersebut, tanah yang digunakan untuk pembuatan tanggul mengambil tanah dari sekitar lokasi dengan cara mengeruk dan membuat siring yang dalam. “Padahal seharusnya mereka mengambil tanah dari dari luar lokasi kegiatan," ujar Samsul Bahri, Ketua PUSAKI Lampung. Sebelumnya, proyek BBWSMS lainnya pun sempat disorot ormas PETIR Lampung, yakni Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Bunut (Lanjutan) tahun 2015 yang dikerjakan PT. Fatimah Indah Utama dengan Nomor Kontrak: HK.02.07/03/SNVT-PJPAMS/IRA-II/VI/2015 senilai Rp58,056 miliar dan Surat Penunjukkan Nomor IR.03.01/SNVT PJPAMS/IRA.II/177 tertanggal 26 Mei 2015. Lalu, proyek pembuatan revertment Pantai Canti tahun 2014 senilai Rp8,4 miliar, dan Proyek Pembangunan Pengamanan Pantai Kunjir (lanjutan) tahun 2015, dengan nilai pagu Rp7,4 miliar yang dikerjakan oleh PT. Sinar Intan Papua Permai dengan Nomor Kontrak HK.02.07/03/SNVT-PJPAMS/PK.SP.II/IV/2015 senilai Rp6,4 miliar. “Ketiga proyek itu diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi sehingga ketahanan bangunan sangat rendah dan tidak bertahan lama,” ujar Anshori Biro DPP Petir Lampung, beberapa waktu lalu. Menyusul, proyek Rehabilitasi Tanggul Banjir Seputih Surabaya yang dimenangkan oleh PT Trampil Bina Sentosa dengan nilai penawaran Rp4.360.631.000, pembangunan/revetment Pantai Ketapang yang dimenangkan oleh PT. Antara Kontruksi dengan nilai penawaran Rp8.874.778.000, keduanya ditengarai terdapat unsur gratifikasi proyek dalam pelaksanaannya. Lalu, pembangunan tanggul di Desa Pakuan Ratu, Waykanan yang menelan anggaran sebesar Rp6 miliar tahun 2014, yang sempat jebol. Dan, proyek pengamanan Pantai Muara Gading Mas di Lampung Timur senilai Rp7.723.957.000 tahun 2014, dan tahun 2015 sebesar Rp10.145.146.000. “Kami sudah menyampaikan laporan dugaan penyimpangan anggaran proyek BBWSMS tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Indikasinya, proyek-proyek itu sangat merugikan keuangan negara karena dikerjakan asal - asalan. Kami minta pihak Kejati merespon laporan kami,” tandas Anshori. Pihaknya pun mengklaim, bahwa apa yang dilakukannya adalah demi menjaga dan menyelamatkan aset daerah yang dibangun dengan dana negara, sejalan dengan Bab V Peran Serta Masyarakat, Pasal 41 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Undang - Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Serta, Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme Bab VI Peran Serta Masyarakat Pasal 8 ayat (1 - 2) dan Pasal 9 (1). “Kami sekali lagi mendesak Kejati Lampung agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pekerjaan-pekerjaan di BBWSMS yang diduga kuat terjadi penyimpangan anggaran dalam pelaksanaannya,” pungkasnya. (rls)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement