Responsive Advertisement
SAKTI! Garap Flyover, Bermasalah, tapi Bisa Menang Tender Lagi By gueade - Rabu, 11/05/2016 | 21:27 WIB radarlampung.co.id – Kemenangan PT Sang Bima Ratu (SBR) menggarap tender flyover Antasari-Gajahmada digoyang. Pasalnya, kontraktor jalan layang Kimaja-Ratu Dibalau itu, tersandung dugaan penyimpangan proyek flyover keempat di Bandarlampung tersebut. Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) membatalkan PT SBR sebagai pemegang tender flyover Antasari-Gajahmada. Koordinator Presidium KPKAD Lampung, Ansori menjelaskan dengan adanya kasus ini, Dinas PU harusnya dapat mengambil pelajaran. Sehingga perlu mempertimbangkan mengapa PT SBR masih dipertahankan untuk pengerjaan proyek flyover berikutnya. “Ini kasus masih dikaji Kejari. Sudah tahu bermasalah kenapa masih dipertahankan PT SBR? Takutnya proyek flyover Antasari yang rencananya mau dibangun Mei ini ikut bermasalah juga. Dinas PU harus bisa ambil hikmahnya lah,” kata dia, Rabu (11/5). Dia mempertanyakan indator PT SBR menang proyek. “Apa memang tidak ada perusahaan yang bisa mengerjakan flyover sehingga PT SBR lagi yang menang? Tidak bisa diganti dengan rekanan lain atau bagaimana ini, takut makin merugikan negara,” herannya. Menanggapinya, Kabid Bina Marga Dinas PU Azwar menegaskan tetap mempertahankan PT SBR sebagai pelaksana proyek flyover Antasari-Gajahmada. Alasannya lantaran semua proses yang telah dilalui sesuai prosedur dan perundang-undangan. Menurut dia, tidak ada ketentuan hukum atau peraturan yang menyebutkan larangan terhadap pihak ketiga/rekanan untuk terus melakukan proses tender. Apalagi saat proses, PT SBR telah membuat pernyataan bahwa pihaknya tidak berada dalam jeratan hukum. “Nggak bisa sembarangan kita batalkan proyek. Meskipun PT SBR lagi ada kasus, biarkan berjalan karena kita berbicara sesuai kesepakatan kontrak. PT SBR masih jadi pemenang proyek itu dan pembangunan flyover Antasari-Gajahmada terus berjalan,” tandasnya. Dengan masa kontrak delapan bulan terhitung Mei-Januari 2017, dia yakin PT SBR dapat menyelesaikan flyover kelima di Bandarlampung itu tepat waktu. “Intinya kita kembalikan ke kontrak lah,” tutup dia. (nan/ade)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement