Responsive Advertisement
06/6/2016 22:01:01 Pemkot Bandarlampung Menang Banding, City Spa Harus Tutup Harianlampung.com - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Senin (6/6) mengabulkan permohonan banding Pemerintah Kota Bandarlampung atas kasus penutupan City Spa milik Hartarto Lojaya. Putusan ini membuat panti pijat ini dilarang beroperasi. Keputusan banding yang diajukan sejak 20 April 2016 di atas sekaligus membatalkan putusan PTUN Bandarlampung No. 29/G/2015/PTUN-BL, tanggal 17 Desember 2015 yang memenangkan CV Suria Jaya, pengelola panti pijat dan spa City Spa. Panti pijat milik Hartarto, anggota DPRD Provinsi Lampung, ditutup oleh Pemerintah Kota Bandarlampung karena diduga menjadi tempat prostitusi terselubung. Keputusan ini akhirnya digugat pengelola City Spa ke PTUN Bandarlampung. Permasalahan antara Pemkot Bandar Lampung dan City Spa ini sudah lama berlansung, saling menggugat hingga ke PTUN Medan yang akhirnya dimenangkan Pemkot Bandarlampung. Wali Kota Bandarlampung, Herman HN membenarkan PTUN Medan mengabulkan gugatan banding Pemkot Bandarlampung. "Iya, dalam keputusan tersebut, pemkot menang," ujarnya. "Jadi, dengan keputusan ini, maka City Spa tidak boleh beroperasi lagi," ungkapnya seraya menjelaskan, panti pijat dan spa itu bisa beroperasi asal mengubah peruntukannya, bukan lagi panti pijat. "City Spa tidak boleh dibuka lagi kecuali alih fungsi usaha, apakah itu menjual klontongan atau beras," demikian Herman HN. Sementara itu, Kuasa hukum City Spa, Ginda Anshori mengaku belum bisa membahas terkait kekalahan gugatan tersebut karena belum ada koordinasi Hartato lohjaya. "Kami belum bisa membahas, karena belum ada tanggapan dari pemilik City Spa," kata Ginda. Begitu juga soal langkah ke depan terkait penutupan City Spa. (iqb/mfn)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement