Responsive Advertisement
Izin Reklamasi PT SKL Bermasalah 08/3/2016 13:39:01038 Harian Lampung.com Reklamasi pantai di Bandarlampung. (polindonetwork/ist) Harianlampung.com - PT Sekar Kanaka Langgeng (SKL) diduga telah melanggar perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, terkait pengembangan dan penataan ulang kawasan tepi pantai. Sebab, dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pada tahun 2003 disebutkan bahwa PT SKL berkewajiban melakukan reklamasi pematangan lahan seluas 20 hektare, di kawasan Pantai Waykuala hingga Waylunik Panjang. Bahkan, PT SKL juga berkewajiban memberi laporan pelaksanaan penimbunan (reklamasi) kepada pemkot setiap hasil lahan seluas lima hektare dalam kurun waktu satu tahun kerja, sebagai bahan evaluasi. Namun, hingga 13 tahun berlalu (2003 sampai 2016) PT SKL belum juga mampu memenuhi kewajiban 20 hektare, baru terealisasi sekitar 8 hektare. “Atas dasar itu, kami mendesak agar Pemkot segera mencabut izin reklamasi PT SKL,” ujar Ginda Anshori, perwakilan Koalisi Penyelamat Pariwisata Tapis Berseri, Senin (07/03). Menurutnya, mandeknya proses reklamasi yang dilakukan oleh PT SKL sangat bertentangan dengan MoU nomor: 074/194/23/2003-02/skl-y/ii/2003 dan Surat Keputusan Wali Kota Bandarlampung nomor: 31/23/hk/2003. “Padahal, Pemkot telah memberi waktu lima tahun (2003-2008) kepada PT SKL untuk menuntaskan reklamasi pantai, tapi sampai sekarang tidak jelas tindak lanjutnya,” kata Ginda. Selain itu, PT SKL juga diduga tidak mereklamasi pantai karena hanya menimbun tanah yang ada di sekitar bibir pantai. Diduga di dalam MoU tidak disebutkan titik koordinat (patok) Lokasi di mana dimulai (awal) dan berakhirnya (ujung) izin operasional penimbunan (reklamasi) pantai tersebut. Atas dasar itu, Koalisi Penyelamat Pariwisata Tapis Berseri yang terdiri dari Pasukan Elit Inti Rakyat Lampung (Petir), Lembaga Analisa Nasional Demokrasi Anti Korupsi (Landak), Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD), mendesak pemkot segera mencabut izin perusahaan itu. Sayangnya, hingga berita ini dinaikkan pihak PT SKL belum berhasil dikonfirmasi. (and)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement