Responsive Advertisement
KPKAD Minta Kepolisian Lidik Dugaan Aliran Dana Proyek Dari PT SSW BANDARLAMPUNG-Koordinator Presedium Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah(KPKAD), Gindha Ansori Wayka mendesak Kepala Kepolisian Resort Bandar Lampung(Kapolresta) Bandarlampung selidiki dugaan Angga anak mantan Kadis PU Bandarlampung, Ibrahim yang menerima cek dari oknum rekanan. Menurut Ansori, pengelolaan keuangan daerah harus memenuhi asaz efektif dan efisien agar sesuai dengan apa yang direncanakan dalam pembangunan dan berhasil guna. Di dalam menunjang program pembangunan maka ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandar Lampung setiap tahunnya. Dalam pelaksanaannya khususnya pembangunan konstruksi baik jalan, jembatan dan pembangunan gedung terkadang diduga disalahgunakan dan ada oknum yang menikmati pembancakan atas dana-dana rakyat tersebut. Akhir-akhir ini yang sedang mencuat dalam pemberitaan adalah dugaan anak mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung Ibrahim, Angga, diduga kuat menerima cek bernilai Rp500 juta dari oknum rekanan,”kata Ansori, Jum’├ít(‘27/11/2015). Cek itu lanjut dia, terindikasi berkaitan dengan proyek-proyek Dinas PU Bandarlampung yang dikerjakan pihak pemberi cek tersebut, cek melalui BCA KCU Metro Lampung bernomor CX 863XXX dengan tanggal cetak 22-06-2015 tersebut atas nama Selamat Riadi Tjan, belakangan diketahui Selamat Riadi Tjan merupakan Direktur PT Satria Sukarso Waway (SSW) yang juga beralamat di Kota Metro. “Menurut data diduga PT SSW ini pada tahun 2015 mendapatkan sejumlah proyek dengan total nilai sekitar Rp30 miliar di Dinas PU Kota Bandarlampung,”tegas dia. Ia menuturkan, berdasarkan Ketentuan Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dijelaskan bahwa Setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi, dipidana dengan pidana. “tadi kami kirim surat permohonan penyidikan ke Polresta Bandarlampung,”tukas Ansori. Sementara oknum rekanan yang diduga memberi cek senilai Rp500 juta, Selamat Riadi Tjan belum berhasil dikonfirmasi, meski nomornya aktif, SMS yang ditujukan tak dibalas, pun panggilan yang ditujukan kepadanya.(tim).

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement