Responsive Advertisement
KPKAD Laporkan Caleg Ke Mahkamah Partai Rabu, 02 Juli 2014 08:07 WIB BANDAR LAMPUNG (Lampost.co): Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah melaporkan dugaan penggelembungan suara yang terjadi di dapil 3 Kabupaten Tulangbawang Partai NasDem ke Mahkamah Partai di pusat. Ketua KPKAD Lampung Ansori mengatakan berdasarkan data pada form DA1 dan C1 perolehan kursi untuk dapil 3 Tulangbawang yakni Kecamatan Penawar Tama, Gedung Aji Baru dan Rawa Pitu, seharusnya didapat oleh caleg nomor urut 4 Maimuri. Namun pada saat pleno yang ditetapkan KPU setempat yakni caleg nomor urut 5 Takat Supriyanto. "Perolehan suara caleg nomor 4 dapil 3 Tulangbawang, Maimuri berdasarkan form DA1 dan C1 sebanyak 1.317. Sedangkan caleg nomor urut 5 Takat Supriyanto hanya memperoleh 983 suara. Tapi bukan Maimuri yang ditetapkan sebagai caleg terpilih," ungkap dia di kantornya, kemarin (1/7). Ansori mengakui jika perselisihan hasil pemilu telah berakhir beberapa waktu lalu. Namun demikian, fakta ini harus tetap diketahui oleh Mahkamah Partai NasDem. Harapannya, DPP Partai NasDem dapat mengambil sikap tegas dan memegang teguh prinsip restorasi dengan menganulir caleg yang menang karena melakukan pencurian suara. "NasDem harus bersikap tegas terhadap kader seperti ini. Karena dipastikan tidak amanah. Belum jadi aja udah nyolong apa lagi udah jadi. Mau dibawa kemana restorasi itu. Jika ini tidak ditindaklanjuti oleh NasDem, maka restorasi hanya sebatas angan-angan. Nanti KPKAD akan membawa barang bukti berupa DA 1 dan C1 ke Mahkamah Partai, besok (hari ini). Selain DPP kita juga berharap DPD Tulangbawang dan DPW merespon temuan ini," ungkap dia. Sebelumnya, Ansori melanjutkan, pihaknya juga pernah melaporkan indikasi penggelembungan suara caleg dapil 6 Kabupaten Lampung Timur, atas nama Asnawi. Dia diduga kuat memainkan suara partai sehingga menang dan mengalahkan perolehan suara rekannya atas nama Heriani Setiawati. Sayangnya, Takat Supriyanto saat dihubungi tidak membalas, demikian juga saat di sms. () Laporan : Eka Setiawan Editor : Sulaiman

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement