Responsive Advertisement
Pasar Smep jangan Digantung INILAMPUNG.Com – Akibat pernyataan Pj Walikota Bandarlampung, Sulpakar terkait terbengkalainya Pasar Smep membuat sejumlah kalangan meradang. Selain, dari Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD), Anggota Komisi II DPRD Bandarlampung, Berlian Mansyur pun ikut angkat bicara. Kendati demikian, pihaknya tetap memberikan apresiasi atas langkah Pj Walikota Sulpakar yang konsisten akan permasalahan di tiga pasar tradisional. Namun, pihaknya mendesak, supaya keberadaan pasar Smep tidak dilupakan begitu saja sehingga keberadaan Pasar Smep yang kini menjadi kubangan raksasa penuh lumpur dan sampah menjadi perhatian dan segera diselesaikan pembangunannya. “Kalau seperti ini siapa yang bertanggung jawab. Kasian melihat para pedagang-pedagang yang sudah membayar, tapi tak ada kepastian,” ujarnya, Rabu (20/1/2016). Anggota DPRD dari fraksi Golkar ini mengatakan pihaknya sangat kecewa dengan pengembang dan pengelolaan pasar-pasar yang selalu menimbulkan masalah. “Kami kecewa, bagaimana nasib Pasar Smep. Makanya kami tekankan juga, supaya kembalikan pasar Bambukuning ke pasar teradisonal seperti sediakala, karena itu adalah icon Kota Bandar Lampung,” tandasnya. Sebelumnya, Koordinator Presidiun Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Ansori menyayangkan pernyataan Pj Walikota Bandarlampung, Sulpakar yang tidak meneruskan pembangunan pasar Smep yang hingga saat ini masih terbengkalai. Dalam pernyataannya, Pj Walikota Bandarlampung, Sulpakar menegaskan akan fokus pada pembangunan di tiga pasar tradisional, yakni Pasar Tugu, Pasar Bambu Kuning, dan Pasar Panjang. Namun tidak untuk melanjutkan pembangunan Pasar Smep yang hingga saat ini terbengkalai. “Kebijakan itu harusnya komprehensif. Apa bedanya pasar Smep dengan Bambu Kuning, Tugu dan Pasar Panjang, masak dibiarkan begitu saja,” kata Anshori kepada inilampung.com menanggapi pernyataan Pj Walikota Bandarlampung, Sulpakar, Selasa 919/1/2016). Oleh karena itu, dirinya meminta, Pemerintah Kota Bandarlampung tidak menganaktirikan para pedagang yang berada di Kota Tapis Berseri ini.(il-2)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement