Responsive Advertisement
Disdik Tuba Diduga Endapkan Dana Sertifikasi Guru INILAMPUNG.Com – Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD), menuding pejabat dinas pendidikan Tulang Bawang telah menggelapkan dana tunjangan sertifikasi bagi guru di daerah itu. Dana sertifikasi ribuan guru di Tulang Bawang yang belum dicairkan itu mencapai miliaran rupiah. Menurut Kordinator KPKAD, Ansori, dana tunjangan sertifikasi guru tingkat SD hingga SLTA yang diendapkan itu ditujukan periode tri wulan ketiga tahun 2015. “Ini jelas, tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan berupa bunga, baik deposito maupun giro, dan nilainya sangat fantastis,” katanya, melalui rilis yang diterima inilampung, Minggu (24/1). Dikatakan dia, temua tersebut berdasarkan hasil investigasi KPKAD, dimana ribuan guru di daerah itu dalam pelaksanaan pencairan dana sertifikasi di Dinas Pendidikan Tulang Bawang diduga bermasalah. Bahkan, anehnya, lanjut dia, para guru tersebut diwajibkan membuat surat pernyataan bila dana sertifikasi triwulan ketiga sudah diterima. Sementara dana tersebut belum dikucurkan oleh Dinas Pendidikan setempat, sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan. “Anehnya, para guru diwajibkan membuat surat pernyataan bahwa dana sertifikasi Triwulan Ketiga (III) tersebut sudah diterima, padahal dana tersebut belum dikucurkan oleh Dinas, Dan itu dilakukan untuk menghindari adanya temuan BPK,” jelasmya. Ada dugaan, lanjut Ansori, Kepala Urusan Kepegawaian (UP) Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang telah mengintervensi keadaan di lapangan sehingga para guru tersebut bersedia membuat surat pernyataan. “Salah satunya yang membuat surat pernyataan itu para guru di SMA 2 Menggala, karena mereka tidak mampu mempertahankan sikapnya untuk tidak membuat surat pernyataan yang menyalahi prosedur karena telah diintervensi,” ucapnya. Atas dugaan tersebut, tambah Ansori, KPKAD telah dua kali mengirim surat klarifikasi ke Bupati Tulang Bawang, Hanan A Rozak dan Kepala Dinas Pendidikan setempat, namun tidak juga direspon. “KPKAD akan terus mengawal karena dalam pelaksanaan pencairan dana sertifikasi duru di Dinas Pendidikan Tulang Bawang diduga sarat dengan permainan dan mengalami banyak persoalan,” tuturnya. Sebab, kata dia, dana sertifikasi itu mutlak milik para guru berdasarkan peraturan perundang-undangan, namun dalam proses pemberkasan hingga pencairan dana sertifikasi hampir semua bagian menggunakan “biaya gelap/amplop liar”. “Kalaupun dicairkan, wajib pakai “amplop liar”, dan itu dilakukan sejumlah guru, namun tanpa kelengkapan berkas sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan diduga disulap begitu saja seolah-olah lengkap, akibat sistem pemberkasan seperti ini negara dapat saja di rugikan dalam jumlah yang banyak karena kecerobohan dan keteledoran pengelola dana sertifikasi,” tandasnya. Sementara, pejabat pengelola sertifikasi, mantan Kepala UP Dinas Pendidikan Tulangbawang, Rizalman Pii serta mantan Operator Sertifikasi Dinas Pendidikan Tulang Bawang Intan Sari Amsya yang diroling Bupati Tuba Hanan A Rozak hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi. (il-2) Bagikan ini:

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement