Responsive Advertisement
Warga adat Waykanan duduki lahan dua perusahaan Rabu, 8 Mei 2013 12:32 WIB Pewarta: Oleh Gatot Arifianto Waykanan, Lampung (Antara Bengkulu) - Ratusan warga adat di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung menduduki lahan dua perusahaan di daerah itu yang bersengketa dengan warga setempat. Koordinator Presidium Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung, Ansori, selaku koordinator lapangan aksi itu, di Negeribesar, Waykanan, Rabu menjelaskan, dua perusahaan tersebut adalah PT Bumi Madu Mandiri (BMM) dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII. "Masyarakat adat Marga Buay Pemuka Bangsa Raja Negeribesar Waykanan hari ini menduduki lahan seluas 4.650 ha yang dikelola PT BMM dan PTPN VII," ujar dia. Tuntutan masyarakat adat kepada PT BMM untuk mendesak lahan seluas 2.325 ha yang telah dikelola perusahaan itu dari masyarakat Negarabatin dapat dikembalikan kepada masyarakat adat Marga Buay Pemuka Bangsa Raja Negeribesar Waykanan. Alasannya berdasarkan peta bidang areal nomor 2/2001, menurut Ansori, lahan itu terletak di Kampung Negeribesar, Tiuhbaru, Kilingkiling dan Kaliawi Kecamatan Negeribesar Kabupaten Waykanan. "Warga menuntur lahan itu dapat dikelola secara langsung untuk peningkatan taraf hidup perekonomian dan peningkatan pembangunan di masyarakat khususnya Negeribesar sesuai konsep otonomi daerah dan mendukung program Pemerintah Kabupaten Waykanan Bumi Petani dan Mulang Tiyuh," kata Ansori lagi. Terhadap dana pelepasan hak dan ganti kerugian kepada warga di Kecamatan Negeribatin atas lahan 2.325 ha, PT BMM tidak perlu menagih kepada Kecamatan Negeribatin atas kesalahan bayar itu. "Anggap saja pendudukan lahan sejak tahun 2006-2013 sebagai bentuk konpensasi atau pengganti dana yang telah dibayarkan kepada masyarakat Kecamatan Negeribatin," ujar dia lagi. Apabila pihak PT BMM bersepakat memenuhi hal-hal tersebut, kata dia lagi, masyarakat adat Marga Buay Pemuka Bangsa Raja Negeri Besar Waykanan siap membantu dan mengamankan agar perusahaan memperoleh hak guna usaha (HGU) dengan berbagai cara. "Adapun tuntutan masyarakat adat Marga Buay Pemuka Bangsa Raja Negeri Besar Waykanan kepada PTPN VII adalah mendesak agar PTPN VII membayar konpensasi atas pendudukan lahan sejak tahun 1984 hingga 2013 karena PTPN VII belum melepaskan hak dan ganti kerugian sejak menguasai lahan, walaupun ada tetapi salah bayar dan hanya mengganti tanam tumbuhnya saja," kata dia pula. Warga juga menuntut PTPN VII untuk mengganti kerugian atas penggusuran areal 480 ha tanam tumbuh milik Haiyun Cs, dan pelepasan lahan 349 ha yang dilakukan oleh PTPN VII secara melawan hukum. Pihak Kepolisian Resor Waykanan mengakui adanya aksi warga adat di Waykanan itu, namun belum menjelaskan secara rinci personel diturunkan untuk mengamankan aksi tersebut. (ANTARA) Editor: Helti Marini S COPYRIGHT © ANTARA 2013

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement