Responsive Advertisement
PT KAI Tetap Tolak Berikan Ganti Rugi Ada 875 bangunan di jalur rel kereta api dari Panjang hingga Way Tuba, Lampung, yang ditertibkan. 18 Februari 2014 15:10 ‬Syafnijal Datuk Sinaro‪ Nusantara dibaca: 1837 inShare Dok / semboyan35.com Ilustrasi. ‪‪BANDARLAMPUNG - ‪‪Menyikapi tuntutan warga pinggiran rel kereta api yang menolak penggusuran, pihak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) secepatnya akan berkordinasi dengan kantor pusat. Namun, PT KAI menolak memberikan ganti rugi terkait penggusuran bangunan di sepanjang jalur rel kereta api, khususnya yang berada dari Panjang, Bandarlampung, hingga Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.‬‬ ‪‪Humas PT KAI Tanjungkarang Muhaimin mengatakan, secepatnya pihaknya akan berkordinasi dengan kantor pusat PT KAI di Bandung mengenai rencana penggusuran rumah warga di sekitar rel kereta api tersebut. ‪‪"Nantinya terdapat sebanyak 875 bangunan yang akan ditertibkan. Penertiban ini guna kelancaran jalur rel kereta api. Kami tidak akan memberikan kompensasi terhadap bangunan yang terkena penertiban, baik yang ada di sisi kanan dan kiri, " kata dia di kantor KAI Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa (18/2).‬‬ Senin (17/2) siang, puluhan massa yang tergabung dalam Posko Pengaduan Penggusuran PT KAI Tanjungkarang menggelar demonstrasi di depan kantor PT KAI Tanjungkarang. Mereka keberatan atas rencana pembongkaran bangunan dan menuntut kompensasi dari perusahaan pelat merah ini. Di tempat terpisah, Ketua Komisi Pengawasan Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD) Ginda Ansori mengatakan, pihaknya menyayangkan rencana penggusuran yang akan dilakukan pihak PT KAI. "Kami menyayangkan rencana PT KAI yang tidak memberikan ganti rugi sama sekali. Itu sangat kejam, apalagi bangunan yang akan ditertibkan tidak sedikit, seharusnya PT KAI bisa memberikan ganti rugi," kata dia. Senada, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Imer Darius juga menyayangkan sikap PT KAI yang tidak memberikan ganti rugi sepeser pun kepada warga yang terkena penggusuran. “Seharusnya PT KAI bisa lebih bijak menanggapi persoalan seperti ini dan bisa memberikan jalan terbaik untuk warga sekitar yang tinggal di pinggiran rel, baik yang berada di sebelah kanan maupun sebelah kiri,” kata dia. Sumber : Sinar Harapan Berita Lain Pengungsi Kelud Butuh Bahan Bangunan → Erupsi Gunung Kelud membuat 3.224 bangunan rusak berat dan 2.192 rusak ringan di Kediri, Jatim. KA Kamandaka Semarang-Purwokerto Mulai Beroperasi → Perjalanan KA Kamandaka rute Semarang-Purwokerto sekitar empat jam dengan tiket Rp 70 ribu. Memaknai “Valentine’s Day” di Tengah Pemiskinan Bangsa → Kekerasan kerap dipilih penguasa sebagai jalan mempertahankan kursi singgasananya. Kemenhub Lelang Rute Merpati → Sejumlah maskapai berpotensi mengambil 19 rute Merpati yang mayoritas berada di Indonesia Timur. Bisnis Penerbangan Semakin Berat → Pengaruh dolar AS tidak cuma pada harga avtur, tapi juga biaya sewa pesawat. Editorial - Opini Surat Terbuka untuk Ketua DPR Setya Novanto Mencermati jalannya persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang menyidangkan Ketua DPR Setya Novanto Kita Perlu Panduan Layaknya GBHN Menggunakan panduan pembangunan berjangka panjang, seperti halnya Repelita dan GBHN Optimistis Menyambut MEA Negara ini diharapkan bukan hanya kuat di dalam negeri, melainkan juga mampu bersaing di luar negeri. Siapa Bilang MKD Tak Berhasil? Peradilan Setya Novanto harus dibuat secara terbuka karena yang pertama dan kedua sudah terbuka. Pembelajaran politik makin baik Pilkada serentak bisa dilaksanakan dengan aman, lancer, dan damai Kolom SABDA Popular Posts 1 Nusantara Kapolda Papua: Masyarakat Tak Peduli.. 20 November 2015 24053 2 Kota Kita RTH, “Ruang Tanpa Hutan” 19 November 2015 12168 3 Kota Kita Pasien BPJS Dianaktirikan 01 Desember 2015 9847 4 Lingkungan Perlu 80 Tahun untuk Rehabilitasi Lahan.. 30 November 2015 7840 5 Film Film “Villa 603” Angkat Kisah Nyata.. 01 Desember 2015 6039 INFOGRAFIS Piala Dunia Antarklub Dimulai DIAFRAGMA RAZIA KENDARAAN - Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta dibantu anggota Polisi Militer TNI merazia k KARIKATUR VIVERE PERICOLOSO Banyak calon asal pusat kalah di pilkada. Ketenaran bukan jaminan kemenangan. Setya Novanto akan polisikan Menteri Sudirman. Seperti film, ada sekuelnya. Lagi, WNA pelaku cyber crime ditangkap. Ingat, tak semua WNA itu datangkan devisa. Sinar Harapan Social Media Follow us on Twitter Like us on Facebook Contact us Tentang Kami | Agen Berlangganan (Unduh PDF) | Berita Hari Ini ©2013 Sinar Harapan Online Subcribe

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement