Responsive Advertisement

VIVA.co.id - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah mengeluarkan surat peringatan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), untuk kedua kalinya. Langkah ini diambil menyusul belum ditanggalkannya logo lima ring oleh KONI.

Surat peringatan kedua ini terpaksa dikeluarkan oleh Imam, karena setelah melaksanakan Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) di Papua, KONI semakin membandel. Terakhir, Ketua Umum KONI, Tono Suratman malah mengatakan akan tetap menggunakan logo lima ring.
Kenekatan Tono tersebut itu menuai amarah dari berbagai pihak. Pasalnya, jika KONI tidak mematuhi himbauan pencopotan logo lima ring, maka jatah tuan rumah Asian Games Jakarta-Palembang 2018 bisa batal.

Selain itu, kemungkinan besar Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan mencoret nama atlet Indonesia dari daftar peserta Olimpiade Rio De Janeiro 2016 mendatang.

"Indonesia tidak hanya bisa batal di Asian Games, tapi event internasional di bawah IOC, seperti Olimpiade Rio," tutur Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S Dewa Broto saat berbicara kepada wartawan di Media Center Kemenpora,

Dalam kesempatan yang sama Gatot juga menyayangkan sikap keras kepala KONI kali ini. Menurutnya, jika saja KONI mau lebih kooperatif, bukan tidak mungkin permasalah tidak sampai kepada turunnya sanksi.

"Harapan kami begitu SP 1 direspon secara profesional. SP tidak perlu keluar kalau bulan maret KONI patuh," jelas pria berkacamata tersebut.

Apa yang terjadi antara KONI dengan Kemenpora kali ini tidak berbeda jauh dengan apa yang dialami oleh PSSI. Jika melihat perkembangan yang ada, sepertinya bukan tidak mungkin nasib KONI aan serupa dengan PSSI, yakni dibekukan untuk sementara waktu.
Sumber : http://sport.viva.co.id/news/read/707249-menpora-ambil-ancang-ancang-bekukan-koni?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement