Responsive Advertisement
KPKAD Nilai Kadisperindag Lamteng Patut Jadi Tersangka By admin Pin It Updated: November 4, 2015 Anshori-Koordinator-KPKAD Anshori-Koordinator-KPKAD BONGKARPOST.COM – Komite Pemantau Kebijakan Daerah (KPKAD) Lampung, menilai, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Lampung Tengah, Abul Awali Zubair patut ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas korupsi pembangunan gudang beras Lampung Tengah. Hal ini disampaikan Redi Novaldianto, Sekretaris KPKAD Lampung, usai mengikuti sidang lanjutan korupsi pembangunan gudang beras di Lampung Tengah di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (29/10) lalu. Kasus ini sudah menyeret Ahmadi Sobrie selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rasyid Hakim selaku Direktur PT Alam Karya Abadi (AKA) yang merupakan rekanan Disperindag Lampung Tengah. “Saat sidang, ketika majelis hakim bertanya kepada Abul Awali Zubair, yang bersangkutan memberi keterangan yang berbelit – belit. Bahkan menyatakan tidak tahu kalau dirinya sudah menanadatangani PHO atas kegiatan pembangunan gudang beras tersebut,” ujar Redi Novaldianto. Hal ini, kata dia, semakin menunjukan bahwa kuat dugaan Kepala Dinas Perindag Kabupaten Lampung Tengah terlibat atas kerugian negara. Bahkan, sangking berbelit – belitnya Kepala Dinas Perindag tersebut, hakim anggota Surisno, menyatakan, bahwa Kadis Perindag Abul Awali Zubair, saat ini masih berada diluar (tidak ditahan), karena jaksa masih berbaik hati. “Ini karena Jaksa masih berbaik hati, maka saudara masih ada diluar, tidak ikut rombongan yang sudah ditahan,” ujar Redi bersama Marbawi, Ketua LSM Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) Lampung, menirukan ucapan Surisno saat sidang. Sidang akan dilanjutkan pada Kamis (5/11), dengan agenda memanggil saksi – saksi yakni dari Bank Lampung dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung Tengah. Masih kata Redi, di persidangan yang diketuai Hakim Ketua Samsudin, dengan anggota Surisno dan Madison tersebut, juga terungkap jika lahan yang seyogyanya dibangun di Kecamatan Seputih Raman, sesuai dengan yang sudah disetujui Kementerian Perindag RI, ternyata sudah tiga kali mengalami pemindahan. Hal itu dipertanyakan Rasyid (PPK) yang sudah ditahan, kepada Abul Awali Zubair. Dan diakui oleh Abul Awali Zubair. Sehingga pengerjaan mengalami keterlambatan selama 14 hari dan gudang beras akhirnya dibangun di Kecamatan Anaktuha. “Kita terus ikuti persidangan ini, kami akan terus mengawal, hingga terungkap kebenaran yang sebenar – benarnya. Karena menurut analisa dan investigasi kami, tidak sepatutnya hanya PPK dan rekanan yang ditahan. Akan tetapi banyak pihak, baik kepala daerah dan wakilnya yang pada masa itu (Pairin-Mustafa, red), Kepala Dinas, PPTK dan juga pengawas kegiatan. Kalau rekanan dan PPK itu dikorbankan,” ujarnya. Bahkan, kata Redi, pada sidang sebelumnya, juga terungkap jika Sidang Tipikor atas kasus pembangunan gudang beras di Kabupaten Lampung Tengah mengungkap fakta baru, ternyata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Sarwono, belum memiliki sertifikasi. Ini terungkap saat sidang Tipikor yang meminta keterangan saksi – saksi atas pembangunan gudang beras tahun 2011. Pada persidangan tersebut, Sarwono yang dihadirkan sebagai saksi dipertanyakan Hakim Ketua Samsudin atas kapasitasnya dalam kegiatan tersebut, ternyata Sarwono selaku PPTK kegiatan tidak begitu memahami persoalan, dan yang menarik, dia (Sarwono, red) menyatakan belum memiliki sertifikasi selaku PPTK. “Dia (Sarwono, red) selaku PPTK, dalam persidangan itu ternyata mengungkapkan bahwa penunjukanya selaku PPTK oleh Kadis Perindag Lamteng (Abul Awaali Zubair, red) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak memiliki sertifikasi sebagai PPTK pengadaan barang dan jasa. Mankanya kita keukeuh mengawal persoalan ini, tak lain ingin terungkapnya kebenaran yang sebenar – benarnya,” pungkas Redi. (tk)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement