Responsive Advertisement
Komite Pemantau Kebijakan Anggaran Daerah (KPKAD) Lampung mendesak Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Bandarlampung Dedi Amrullah mundur dari jabatannya. Ia dinilai mencoreng nama baik pemerintah karena menerima gratifikasi dalam pengurusan izin Hotel Zodiak di Jalan Rasuna Said,Telukbetung Utara.
Koordinator Presidium KPKAD Lampung Ginda Ansori menuding penerimaan gratifikasi merupakan suatu penyimpangan jabatan. "Itu (gratifikasi-red) termasuk korupsi. Dedi Amrullah sebagai pejabat eselon dua memberi contoh praktek tidak terpuji. Istilahnya... kalau guru kencing berdiri murid kencing berlari,” tegasnya.
KPKAD meminta Inspektorat memeriksa Dedi Amrullah maupun struktur Badan penanaman Modal dan Perizinan (BPMP). Jika terbukti gratifikasi dan korupsi, kata Ginda, selayaknya mendapat sanksi berat. Tidak menutup kemungkinan, pejabat tersebut dipecat.
Terlebih, lanjut Gindha, percaloan pengurusan izin melanggar etika. Apapun jenis dan siapapun pelakunya harus diberantas. "Kami sarankan oknum pejabat itu mundur dan buka biro jasa perizinan. Bukankah itu lebih fair dan legal," sindir Ginda.
KPKAD akan membawa permasalahan itu ke ranah hukum jika pemerintah tidak mengambil tindakan. "Kami kumpulkan data dulu. Jika sudah lengkap akan kami laporkan ke pihak berwajib," tukasnya.
Terima Duit
Dedi Amrullah menerima sejumlah uang atas jasanya membantu pengurusan izin Hotel Zodiak di Badan Penanaman Modal dan perisinan (BPMP). Meski demikian, ia menolak disebut sebagai calo.
Hotel Zodiak di Jalan Rasuna Said, Telukbetung Utara, Bandarlampung dalam tahap pembangunan. Proses ini membutuhkan berbagai perizinan. Menurut Dedi Amrullah, investor hotel mengadu pada dirinya mengenai sulitnya mengurus perizinan. Ia tergerak membantu karena pemilik hotel merupakan teman dekatnya.
"Apa salahnya membantu teman yang merasa dipersulit mengurus perizinan. Saya memang dapat duit, tapi nggak banyak, nggak nyampe puluhan juta. Sekadar menolong teman kesulitan apa salah," akunya.
Pertolongan Dedi Amarullah bukan sekadar memperlancar pengurusan izin karena dia menerima balas jasa. Ia menolak sebutan dirinya sebagai calo meski dapat uang. "Ya gimana? Ada teman yang saya anggap seperti saudara, mengurus izin di BPMP, tapi dipersulit. Makanya saya tegaskan berkas itu milik saya agar tidak dipersulit mereka (BPMP--red)," tegasnya.
Dedi Amrullah mengaku baru kali ini terlibat pengurusan izin dan menerima uang balas jasa. Pertolongan mengurus izin hendaknya tidak diartikan sebagai percaloan. Ia melihat rencana pembangunan Hotel Zodiak telah mendapat persetujuan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD).
“Intinya saya sedang apes. Baru sekali ini ngurus izin tapi sudah bocor kemana-mana. Siapa bilang saya terima uang sampai puluhan juta," keluhnya. (rb-03)
sumber : http://www.detiklampung.com/berita-1509-kpkad-desak-dedi-amrullah-mundur.html

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Facebook

Responsive Advertisement
Responsive Advertisement
Responsive Advertisement